bukan karya pikirku sendiri,sebuah tulisan di bawah ini merupakan buah pikir dr seseorang yg kebetulan sangat cocok mewakili sesuatu yg ku sebut dengan perasaan :)
Teman ...
Ku jaga kau dengan pikirku
Ku rasa dengan hatiku
Ku percaya dengan pikir dan rasaku
Tapi ketika hampir semua pintu ku buka untukmu
Semakin banyak kepalsuan yang menyelubungi dirimu, dan .....
Ketika jalan hidupmu semakin rumit seperti sinetron TV
Ketika cerita lakumu seperti novel stensilan..
Rasanya kau seperti berkabut
Hingga semua kata
Hingga segala laku
Hanya menyisakan muak...
Seharusnya kita semakin satu
Tapi bagiku kau seperti sandiwara anak-anak
Yang bisa berubah untuk membahagiakan penontonnya
Tak peduli akan kebingungan mereka..
Lalu apalagi yang bisa ku dengar darimu selain dongeng si kancil??
Lalu.. apalagi yg ku lihat darimu selain tayangan fiksi picisan..??
. . . . . . . .
padahal ingin sekali ku yakinimu
menyandarkan letihku padamu
membagi dukaku padamu
dan menyatukan cerita-cerita kita. . .
padamu aku hilang arah .. hilang akal ,
menyisakan muak. .
MAAF . . . kamu jadi begitu menyebalkan ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar