Selasa, 16 September 2014

..hmmm

sebenarnya saya sangat ingin menulis, percayalah.
Saya sangat ingin hal itu, namun..........................

Minggu, 14 September 2014

tetes air mata

Tuhan, ijinkan air mataku jatuh bersama dosa yang ada. Jadikan air mataku berkah di setiap tetesnya, jangan biarkan air mataku jatuh sia-sia.
Tuhan, aku bersamaMu dan semua baik-baik saja.

Senin, 01 September 2014

selamat ulang tahun, sayang.

Saat kamu baca tulisan ini, kamu tau bahwa saat ini saya sedang menangis. Ntahlah menangis haru atau bersedih.
Saat ini usia kamu akan beranjak 1 tahap lebih dewasa. Selamat menapaki usia lanjut, semoga berkah dan diberi umur panjang serta kesehatan, dimudahkan rezekinya dan selalu dalam lindungan Allah SWT, aamiin.

Bukan umur yang mudah lagi, semoga bisa lebih baik dari sebelumnya. Jadi lelaki yang bijak dan bertanggung jawab, aamiin.

Ada banyak sekali do'a yang ingin ku panjatkan dan tidak mungkin untuk dijabarkan satu persatu di sini. Intinya, yang terbaik untuk kita.

Selamat ulang tahun Budi Darmawan Arifin. Terimakasih untuk semuanya, semua rasa bahagia, sedih, sakit dan kecewa yang kamu beri. Jadi pribadi yang lebih baik dan lebih menyenangkan lagi, jangan genit-genit sama cewe lain, jaga perasaan pacar, tetap sabar dan kuat hadapi saya yang kadang kekanakan. Tetap sayang dan lebih sayang lagi :*
Aku mencintaimu lengkap dengan lebih dan kurangmu. Sama-sama belajar menjaga diri ketika jauh, dan saling peluk meski dihalang jarak.
Maaf untuk semua hal yang kurang menyenangkan. Saya hanya sedang belajar jadi yang terbaik untukmu. Semoga kita mampu melewati semua rasa jenuh yang datangnya tak terduga, aamiin.
Tetap dalam pelukku :*
Di luar sana masih banyak yang lebih, tapi saya hanya butuh kamu tidak peduli. Saya tidak bisa menjanjikan apa-apa tapi percayalah saya akan selalu berusaha tetap membuatmu nyaman bersamaku :*

Selamat ulang tahun sayang {}
Aamiin untuk semua do'a yang terbaik untukmu :*

Senin, 18 Agustus 2014

Bapak, untukmu segala do'a yang terbaik

Hari ini bapak ulang tahun.
Seorang lelaki hebat, kebanggaan keluarga yang tidak pernah letih mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Seseorang yang selalu memperjuangkan senyum bahagiamu, yang dengan tumpah keringatnya maka inginmu terpenuhi.

Hari ini bapak ulang tahun.
Semoga Allah memberi umur panjang dan kesehatan, aamiin.
Seorang anak sepertiku jelas belum bisa membalas semua kebaikan bapak. Sampai kapanpun tidak akan pernah bisa. Tapi do'a akan selalu ku panjatkan untukmu, bapak. Di setiap sujudku, namamu selalu ku sebut.

Maafkan saya, maafkan anak bapak yang masih berusaha jadi yang terbaik.
Saya tahu ingin bapak sederhana. Tidak pernah sekalipun bapak menuntut apa tapi selalu memberi dan tidak pernah berkata tidak.

Selamat ulang tahun bapak. Banyak sekali yang ingin ku beri dan biarkan semua ku rangkai lewat do'a. Sebab apalah daya anak sulungmu ini. Sungguh masih dan akan selalu butuh peluk dan support darimu, bapak. .

Saya sangat sayang bapak, lebih dari apapun. Apapun.

Kamis, 14 Agustus 2014

lelah yang memuncak.

Mungkin, menulis adalah jalan terakhir untuk hati melepaskan diri dari rasa sesak sendirian. Ketika sebuah pengertian dimintai kehadirannya namun tak jua nampak. Perempuan itu sama sekali tidak mengerti keegoisan seorang lelaki yang teramat sangat. Kalau dulu kamu pernah bertanya "sebenarnya siapa yang egois diantara kita semua?" dan waktu itu saya hanya menangis tersedu-sedu. Enggan menjawab apakah itu kamu, aku atau dia. Namun seandainya pertanyaan itu terulang kembali, maka saya akan dengan lantang menjawab "kamu yang egois! Kamulah orangnya."
Tapi tak perlulah mempermasalahkan keegoisan karna itu bisa datang kepada siapa saja. Mungkin denganku saat ini. Namun, apakah tidak terlalu egois untuk menyebut perempuanmu egois ketika semua sabar dan rasa sakit yang kamu beri?
Dia bahkan dengan sangat sabar menghadapimu yang sekeras batu, meski terkadang hatinya meronta-ronta. Bukan bermaksud bagaimana, tapi di luar sana apa masih ada perempuan seperti perempuanmu yang hatinya kuat dan mampu menerima kamu yang sebegitunya? Kamu yang paling tau seperti apa dirimu.  "Perempuan manapun tidak akan rela kasihnya dibagi, dengan siapapun."
Mungkin di luar sana, banyak yang lebih darimu tapi dia bertahan denganmu. Karna baginya, ini bukan hubungan pacaran yang biasa. Kita sudah bukan anak-anak lagi.
Meskipun, aku ataupun kamu tak bisa menebak akhirnya akan seperti apa karna itu adalah rahasia Allah.

Dan seperti sebuah akhir cerita, kita pasti berharap happy ending. Seperti lelahku yang saat ini ingin bermuara.

Kamis, 03 Juli 2014

Mimpi yang hampir punah

Kadang tanpa sadar kita melukai hati seseorang. Bisa dengan cara apa saja, dari yang paling ringan hingga yang beratnya seperti beton. Padahal mungkin kita tidak ada maksud, sama sekali tidak bermaksud. Tapi ya gitu, salah paham bisa datang kapan saja seperti mantan yang selalu masuk ke hati atau pikiran kamu tanpa permisi. Oke stop, jangan galau! Lagi puasa.

Sebenarnya ini hanya tulisan basa-basi saja, soalnya sudah lama tidak menulis. Penaku mungkin sudah tumpul. Makanya diasah lagi. Semoga bisa tajam kembali. Karna apalah arti mimpi untuk melahirkan sebuah buku, jika membuahi blogku saja aku tidak mampu.  

Hm, sebenarnya (lagi) hambatan tidak menulis tidak hanya ada pada waktu dan kesibukan, tapi juga kemalasan bermain kata karna menjaga ketersinggungan orang lain atau yang membacanya. Seperti burung dalam sangkarnya, ya seperti terkurung. Terpenjara dalam kata. 

" Risiko jadi penulis adalah akan selalu ada yang nge-judge tulisanmu, menganggap segalanya sesuai perasaanmu. " -@daraprayoga_


Hooaam, saya jadi ngantuk. Sehabis sahur tadi belum pernah tidur lagi *curhat* Nah ini yang buat saya rindu dengan menulis, bisa curhat-curhat tanpa harus membebani lembaran microsoft word.

Sebenarnya inti dari tulisan saya ini adalah ingin menumbuhkan kembali benih-benih menulis yang hampir punah. Rasanya mubadzir saja bermimpi tanpa berusaha. Sama saja dikali nol, hasilnya tidak mungkin dua, apalagi delapan.

Untuk pembaca setia saya (sekarang dan semoga sampai nanti), menulis adalah sebagian dari jiwa saya yang kamu isi dengan sayang. Apapun yang terjadi, apapun yang ada dalam tulisan saya itu hanya cerita yang berusaha saya bingkai dengan bentuk yang lebih indah. Tidak semua galau berarti ingin kembali, genrenya memang seperti itu. Saya berkata seperti ini karna saya sadar sebagian besar dari tulisan saya ya begitulah. 

Kalau kamu baca tulisan ini, percayalah saya menulisnya dalam keadaan sadar belum mandi pagi ini. Hehe just kidding. Maksud saya  " I love you. "

Maaf untuk semua.

Alhamdulillah, bisa buka blog lagi. Kerinduan untuk menulis selalu ada namun pengaplikasiannya terhambat karna hal-hal yang sepertinya kurang mendukung, termasuk masalah waktu dan soal kemalasan yang datang bersamaan.

Tidak terasa, hampir seminggu kita berpuasa. Menahan lapar, haus dan menahan nafsu yang dapat membatalkan puasa kita. Sebelumnya, saya ingin menyampaikan maaf untuk ppembaca blog (kalo ada, ataupun masih ada) hehe. Semoga hati kita kembali bersih dan bisa kita perbaharui dengan melakukan amalan-amalan yang bernilai ibadah di sisi Allah SWT, aamiin.

Berbicara masalah maaf, sebenarnya ada maaf yang belum tersampaikan terhadap seseorang. Beberapa tahun lalu, kita selalu melewati ramadhan bersama, saling mengingatkan, saling berbagi antar sesama. tapi kini semua telah terbingkai menjadi kenangan yang selamanya tidak akan bisa terlupakan. 

Mungkin, bukan hanya kepada seseorang tapi masih banyak maaf yang belum tersampaikan secara lisan, Namun itu bukanlah hal yang bisa kita jadikan alasan untuk tidak bersemangat dalam menjalani ibadah di bulan yang penuh berkah ini. Kita bisa menyampaikannya lewat do'a. Semoga hati kita bersih dari sisa masa lalu, aamiin.

Dengan tulisan ini, saya ingin menyisipkan sedikit pesan bahwa selagi masih ada waktu untuk kita menjalin silaturahmi dengan sesama, manfaatkanlah itu sebelum tiba waktu saat kita rindu namun tak lagi bisa bersua.

Selamat berpuasa, semoga berkah :')