Senin, 04 Februari 2013

cinta atau obsesi?


Bagaimana mungkin meminta seseorang yang pernah ada untuk tetap tinggal di sini sementara kita telah bersama orang lain??
Untuk apa? Jadi kambing congek? ‘begitu tanyanya’..
.dan HAHAHA .. ternyata tawa masih bisa tercipta meski kedengarannya sangat dipaksakan :p
Meminta-minta seseorang untuk tidak pergi tetapi nyatanya hidup bersama orang lain. meminta-minta seseorang untuk tidak berubah tetapi nyatanya dia sudah tidak sama dengan yang dulu.. Bagaimana mungkin. Sesabar apapun, manusia hanya manusia, punya hati. Punya batas kesabaran. Meski kata teman, kalau punya batas berarti bukan sabar namanya. Hmm ntahlah.
Cinta.
Seseorang bisa menjadi sangat egois, labil dan kekanak-kanakan, tetapi apa cinta seperti itu?
Apa pantas disebut cinta jika yang ada hanyalah ego yang berkuasa atas segala rasa? Atau jangan-jangan itu bukan cinta, melainkan hanya sebuah obsesi untuk memiliki.
Cinta atau obsesi?
Kadang-kadang memang sulit membedakan keduanya.. tetapi yang aku tahu, cinta itu murni.
Tidak butuh ketakutan atau kekhawatiran akan kehilangan. Sebab cinta itu bukan persoalan memiliki atau tidak memiliki. Cinta itu berani pergi atau ditinggal pergi..
Begitu yang seharusnya, bukan?
CINTA itu murni. Tidak ada paksaan di dalamnya ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar