Bagaimana
mungkin meminta seseorang yang pernah ada untuk tetap tinggal di sini sementara
kita telah bersama orang lain??
Untuk apa? Jadi kambing congek?
‘begitu tanyanya’..
.dan
HAHAHA .. ternyata tawa masih bisa tercipta meski kedengarannya sangat dipaksakan
:p
Meminta-minta
seseorang untuk tidak pergi tetapi nyatanya hidup bersama orang lain.
meminta-minta seseorang untuk tidak berubah tetapi nyatanya dia sudah tidak
sama dengan yang dulu.. Bagaimana mungkin. Sesabar apapun, manusia hanya
manusia, punya hati. Punya batas kesabaran. Meski kata teman, kalau punya batas berarti bukan sabar
namanya. Hmm ntahlah.
Cinta.
Seseorang
bisa menjadi sangat egois, labil dan kekanak-kanakan, tetapi apa cinta seperti
itu?
Apa
pantas disebut cinta jika yang ada hanyalah ego yang berkuasa atas segala rasa?
Atau jangan-jangan itu bukan cinta, melainkan hanya sebuah obsesi untuk
memiliki.
Cinta
atau obsesi?
Kadang-kadang
memang sulit membedakan keduanya.. tetapi yang aku tahu, cinta itu murni.
Tidak
butuh ketakutan atau kekhawatiran akan kehilangan. Sebab cinta itu bukan
persoalan memiliki atau tidak memiliki. Cinta itu berani pergi atau ditinggal
pergi..
Begitu
yang seharusnya, bukan?
CINTA
itu murni. Tidak ada paksaan di dalamnya ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar