Minggu, 28 Juli 2013

Ketika Suka kembali berganti duka

Hingga waktu beranjak pergi, kau mampu hancurkan aku. Ipank - Ada yang hilang.

Belakangan, rindu ini mencekam. Rindu kamu sahabat. Ntah pantas menyebutmu sahabat atau mungkin predikat sahabat itu hanya cocok digunakan pada zamannya. Ntahlah. Apapun itu, kamu pernah membuatku merasa nyaman, begitu nyaman dan merasa tidak menginginkan apa-apa lagi. Kamu yang mampu membuka mata hatiku untuk tahu apa itu hidup, kamu memberi sesuatu yang berbeda yang belum pernah aku dapatkan sebelumnya. Kamu orang pertama yang menamparku dengan prilaku dan tutur katamu hingga akhirnya membuatku sadar tentang apa itu hidup. Nikmatilah! Pahit memang, tapi kamu selalu bisa menyuguhkan hal manis setelahnya. Membawaku ke tempat yang tidak pernah ku temui sebelumnya, membuatku sadar bahwa masih banyak hal yang semestinya aku pikirkan, membuat aku lebih mensyukuri hidup ini, membuatku sadar bahwa aku tidak pernah sendirian. Kamu yang tidak pernah gagal membuatku merasa nyaman, membuatku menjadi indah, yang terindah. Sayang, Tuhan mengirimmu hanya sementara. Ketika dukaku telah terobati, ketika aku sedikitnya lebih baik dari sebelumnya, ketika kau melihat aku lebih tegar dan dewasa, kamu beranjak pergi. Di mana tatapan matamu yang penuh kekaguman? di mana kau menyimpan rapi kata-kata indahmu? di mana kau membuang janji manis yang pernah terucap?

Aku rindu, rindu kau perlakukan seperti adik kecilmu. 
meski rindu tidak selalu berarti kembali. Aku hanya ingin menyapamu lewat tulisanku, semoga dunia dan isinya memperlakukanmu dengan baik :') aamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar