Kamis, 26 September 2013

Berbagi bersama sahabat :)




" Di umur yang segini kita tuh semakin dihadapkan dengan kenyataan. "

Sekali lagi, aku merasa tertampar dengan ucapan sahabatku itu. Iya memang benar, kita semakin tua, kita akan dihadapkan dengan kenyataan, terlepas itu baik atau buruk. Tapi setidaknya aku lebih memilih melihat dari sisi negatifnya. Soalnya kalau yang baiknya kan sisa kita nikmati hehe. Tetapi bagaimana jika kenyataan jauh dari yang kita harapkan? Apa yang kita inginkan tidak selamanya kita dapatkan.
Cerita-cerita dari seorang sahabat semakin membuatku sadar bahwa tidak selamanya hidup itu soal kebahagiaan, makan enak, jalan-jalan, shopping, nyalon dan lain sebagainya. Akan ada waktu di mana kita sampai di masa yang gelap, suram dan ehm seram deh kayaknya. Pernah kepikiran tidak? Di saat kita punya segalanya, kita selalu mendapatkan apa yang kita mau, dan tiba-tiba semua lenyap. Pernah merasakan?
Pernah atau tidaknya, kita akan sampai di masa itu kok. Karna tidak selamanya kita berada di puncak dan melihat segala keindahan dari atas sana.
Belajar itu tidak mesti dengan membaca ataupun menulis, dengan mendengarkan cerita sahabat kita juga bisa belajar banyak. Contohnya saja aku, sore tadi aku mendapatkan ribuan pelajaran dari cerita sahabat perempuanku. Aku seperti bercermin dan dia memantulkan cahayanya, aku bisa merasakannya.
“ maaf ya. Kamu pernah kepikiran tidak malu berteman denganku? “ tiba-tiba saja kalimat itu keluar dari mulutku.
“ karna?” tanyanya balik.
“ kamu dengan pemikiran yang sangat matang, aku dengan pemikiranku yang sederhana saja. Kamu dengan sikapmu yang sangat dewasa, dan aku yang masih terlihat kekanak-kanakan. Kamu yang dengan sebegininya udah mikir buat membiayai kuliah adikmu, sedangkan aku? Masih santai begini dan makan uang orang tua. Rasanya malu. “
“ Astagfirullah, aku tidak pernah ada pemikiran seperti itu. tolong jangan berpikiran seperti itu. Kamu tuh bukan tidak berpikiran sama sepertiku, cuman belum waktunya saja. Kamu akan sampai di titik ini kok. Lagian menurutku, kamu sudah berkorban demi keluargamu, untuk adikmu. Kamu ingat tidak pernah cerita apa? Menurutku kamu juga sudah mengalami masa gelap dan kamu berhasil melewatinya. Cuma mungkin, ceritanya berbeda. Tapi intinya sama. Aku paling excited waktu kamu cerita kamu mau punya cafĂ©. wow banget” jawabnya berapi-api.

Hmm, terimakasih perempuan. Kamu selalu bisa membuatku merasa hidup. Selalu bisa membuatku bercermin dengan apa yang kamu alami, kamu selalu berbagi dan aku menikmatinya.
Banyak pelajaran yang bisa aku petik dari ceritamu. Jadi aku akan semakin berpikir ke depan mau jadi apa kita nantinya. Setidaknya di mulai dari sekarang, karna waktu tidak akan pernah menunggu. 

Saat itu, senja terlihat lebih sempurna. Bahagia itu memang sederhana kawan :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar