Malam
ini. aku terbangun dari tidurku. Terbangun dari mimpi yang mempertemukan aku
dengan alm. Kakek. Dalam mimpiku, aku melihat kakek dan nenek, melihat om tante
dan adek kecilku yang masih balita. Kami berada dalam lingkungan keluarga yang
begitu hangat. Mereka semua sedang bercengkrama, sebagai cucu aku hanya turut
meramaikan, tidak sampai ikut serta dalam perbincangan. Tidak lama kemudian
kakek melihatku, beliau langsung memelukku dan berkata “ eh upi, adako nak? | iye lato’
lagi libur jadi ke bone ka | rinduka nak ( sambil memeluk tubuhku erat ) | saya
juga rindu sekalika lato’ | klo kamu libur, tidak usah ke mana-mana. Dsini saja,
di rumah nenek. Biarpun sekarang tidak ada meka, tetapko di sini, temani nenekmu
nak.” Aku tidak tahu harus bilang apa. lidahku beku, hanya isak tangis
yang berbicara.
Itu
semua mimpi, mimpi yang baru saja aku alami, sekitar 30 menit yang lalu sebelum
akhirnya aku menuangkannya di sini. Iya, hanya mimpi tapi maknanya dalam. Aku tahu
kakek berusaha menyampaikan isi hatinya untukku, tentang rindunya, tentang
pesannya agar aku menemani nenek. Aku tahu. Mimpi ini bukan sekedar mimpi
belaka. Saat terbangun, sosoknya menjadi satu-satunya yang terbayang di
benakku. Aku sangat merindukan beliau. Dan hanya bisa berdoa untuk
ketenangannya di alam sana. Sembari menahan sakit, aku memutuskan untuk bangun
dari tempat tidur, menyalakan laptop tanpa menghidupkan lampu kamar. Berharap
ada cahaya dan aku bisa melihat kakek berdiri
di sana. Sekejap saja Tuhan, biarkan aku melihatnya tersenyum damai, nyata
sekali lagi. Aku melemparkan pandanganku di setiap sudut kamar, kakek adakah
kau di sana? apa kau di sini? Apa kau melihatku? Aku tengah menulis untuk
kakek, karna Cuma ini yang bisa mengobati rinduku selain berdo’a untukmu. Kakek
jangan marah, aku menangis bukan karna sedih, aku rindu. Aku tahu kakek tidak
pernah suka ketika aku menangis atau tertawa yang berlebihan. Maafkan aku. Karna
sepertinya malam ini akan ku lewati dengan derai air mata. Hanya untukmu, my
grandfhater. I miss you so much. Peluk cium untuk kakek di surga, Al- Fatiha
aamiin :*{}
Tidak ada komentar:
Posting Komentar