Senin, 18 November 2013

Rain have a story


“Ada yang percaya bahwa di dalam hujan terdapat lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu sesuatu. Senandung rindu yang bisa meresonansi ingatan masa lalu.”
Yoana Dianika, Hujan Punya Cerita tentang Kita.

Musim hujan..
Biasanya, aku mulai was-was bersama orang rumah. Karna takut kebanjiran. Biasanya bingung, mau nginap di mana lagi untuk sekedar menghindari air yang masuk ke rumah, biasanya lagi cuma bisa baring, duduk, diam di atas kasur karna hanya itu satu-satunya tempat yang tidak digenangi air.
Iya, rumah ini terlalu tua untuk rumah-rumah di sebelah kanan kirinya. Rumah ini satu-satunya yang belum pernah direnovasi. Tapi juga rumah ini yang paling banyak punya cerita. 2 tahun  setengah selama kuliah aku di sini. Meskipun tua, banyak nyamuk, dan kebanjiran tapi aku selalu punya rindu untuk kembali ke sana.
Toddopuli X Griya Puspita Sari.
Rumah ini satu-satunya tempat yang menjadi saksi bisu antara kita/kami ( aku dan dia ) sebelum akhirnya terpisahkan jua. Bagaimana mungkin, aku bisa lupa. Oke cukup, sekarang lagi hujan, jangan sampai galau maksimal.
Jadi rumah ini, sebagaimanapun kondisinya sekarang. Aku masih selvi yang dulu. Rindu digigit nyamuknya, rindu kakiku gatal karna air hujan, rindu nonton Tv sambil senyum-senyum, rindu minum cappuccino setiap paginya, rindu menyapa abang tukang bakso setiap sorenya, rindu dibalut kenangan bersamanya, rindu hingga pagi menjelang.
Hujan semakin deras. Semakin awet. Semakin tidak tahu kapan memori lalu hilang bersama rinai hujan. Biarkan langit biru tetap menangis. Aku akan tetap di sini, meski berselimut perih.
Griya puspita sari, meski tubuhmu dibalut air. Percayalah, matahari akan kembali bersinar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar