Menulis
itu sebuah keterampilan. Tidak ada yang bisa dilakukan untuk meningkatkan
kualitas tulisan kita, selain dengan menulis, menulis dan terus menulis.
Hal-hal
yang harus kita lakukan dalam menulis, yaitu :
1. Menentukan
ide.
Untuk
menuliskan sesuatu kita butuh sebuah ide “ apa yang ingin kita tulis? “ pilih
salah satunya “ write what you know “ or “ write what you want to know “ .
Ada
banyak cara untuk menemukan sebuah ide. Salah satunya adalah membaca.
Inspirasi
itu tidak pernah habis, hanya terkadang kita tidak cukup peka untuk menyadari
keberadaannya.
2. Menentukan
tokoh
Buatlah
tokoh yang hidup di dalam cerita kamu.
Ada
3 jenis tokoh dalam cerita, diantaranya yaitu pratagonis, anatgonis dan
pendukung. Buatlah karakter yang bermotif.
3. Plot
Merupakan
rangkaian adegan terpilih yang memiliki sebab akibat.
Buatlah
benturan atau hal-hal yang tidak biasa dialami oleh tokoh dalam cerita.
Adapun
tips untuk belajar membuat plot dengan membaca buku favorit atau buku apa saja,
kemudian bongkar plotnya, tulis ulang adegan pertama, ke dua, ke tiga dan
seterusnya. Dengan berlatih seperti itu, kita akan dengan mudah membuat plot.
4. Dialog
Fungsinya
memberikan informasi yang belum ada dalam narasi sebelumnya.
Tips
: jangan mengulang informasi yang sudah ada. Contoh : “ ia sedang duduk
termenung di dalam kamarnya, tiba-tiba ada suara ketukan dari pintu, ibunya
hendak masuk ke kamarnya. “ dialog : “ tok..tok.. nak buka pintunya, ibu mau
masuk.” Kalimat yang diserukan oleh ibunya adalah contoh dialog yang mengulang
informasi, seharusnya dialognya tidak berulang lagi karna sebelumnya di atas
sudah ada penjelasan bahwa ada suara ketukan, ibunya hendak masuk ke kamar.
5. Narasi
Merupakan
kisah sebuah cerita yang memiliki kaitan dengan sudut pandang cerita.
Di
dalam cerita yang baik terdapat konflik-konflik yang dapat membuat emosi pembaca
naik turun. Adapun macam-macam konflik yaitu :
a) Konflik
orang ke orang
b) Konflik
batin
c) Konflik
orang ke lingkungan
Sudut
pandang dalam cerita yang biasa digunakan, diantaranya :
·
Sudut pandang orang pertama ( aku, saya,
kami, kita )
· Sudut pandang orang ke dua ( melibatkan
seorang pembaca yang terasa menceritakan seperti kita )
·
Sudut pandang orang ke tiga ( dengan
menggunakan nama )
Kelebihan
menggunakan sudut pandang orang pertama yaitu kita bisa memasuki pikiran
seseorang karna di dalam cerita kita bisa berperan sebagai seorang pembaca.
Sedangkan kelemahannya kita tidak bisa begitu dalam memasuki tokoh orang lain.
Kelebihan
sudut pandang ke tiga yaitu bisa menyelami setiap karakter tokoh, akan tetapi
tetap harus menjaga porsi yang seimbang.
Adapun
sudut pandang orang ke dua jarang digunakan karna lumayan susah, tidak seperti
sudut pandang orang pertama ataupun ke tiga.
6. Setting
Merupakan
latar belakang cerita.
Gunakan
setting yang sesuai dengan genre dan karakter dalam cerita yang mampu membuat
pembaca membayangkan dan merasakan tokoh
cerita sedang berada di mana. Cerita yang mampu mempertajam imajinasi pembaca
dengan setting yang dimiliki bisa dikatakan berhasil melukis setting yang baik
dalam sebuah cerita.
Menulis
bukanlah hal yang mudah. Menulis itu sangat susah apalagi jika kita tidak
memiliki komitmen dan disiplin dalam melakukannya.
Berdasarkan
hasil survey teman-teman yang senang menulis, berikut beberapa kendala yang
biasa dialami dalam menggerakkan sebuah pena :
1. Buntu
Buntu terbagi atas 2
macam : buntu karna bahan dan buntu karna kepala kosong.
Buntu karna bahan
cerita tidak ada, maka rasakanlah dan cari inspirasimu sendiri. Atau ciptakan
beberapa kata yang dapat membentuk suatu cerita. Biasanya kata-kata bisa
membentuk satu cerita, atau bisa juga cerita yang membentuk kata-kata. Misalnya
ada 3 kata seperti TV, lemari dan remote. Gunakan 3 kata ini untuk membentuk
cerita kamu.
Jika buntu akibat
kepala kosong, maka isilah kekosongan kepala kamu dengan membaca, membaca dan terus membaca. Namun jika
yang kamu alami adalah buntu sikologis, kemungkinan mental kamu belum siap
untuk menulis, maka jangan menulis dulu, cari sesuatu yang dapat membuat kamu fresh,
lalu kembali ke laptop.
2. Susah
memulai
Kadang kita lagi
semangat-semangatnya mau menulis. Ketika berhadapan dengan layar laptop,
tiba-tiba semua buyar, kita jadi bingung mulai darimana. Kata seorang teman,
jika kamu bingung mulai darimana, maka mulailah dari apa yang kamu rasakan.
Cerita itu akan terbentuk dengan sendirinya.
3. Mood
Sebenarnya dalam
menulis itu tidak ada yang dikatakan mood atau tidak mood. Yang ada hanya
kemalasan berpikir. Tidak disiplin, tidak konsisten, tidak berpegang teguh pada
komitmen menulis.
Maka buatlah mood kamu
selalu ingin menulis. Kaji kembali apa-apa saja yang membuat kamu senang
menulis, kenapa kamu menulis? Untuk apa kamu menulis? Dan lain-lain.
Kemudian pasang target
(deadline), biasanya seseorang akan mampu menyelesaikan sesuatu ketika diambang
deadline.
4. Diksi
( pemilihan kata )
Seorang penulis muda
pernah berkata bahwa sahabat yang paling dekat dengan penulis adalah kamus.
Banyak membaca juga
bisa meningkatkan kosa kata yang kita miliki. Maka membacalah, baca apa saja.
5. Tidak
punya waktu luang
Banyak yang mengeluh
sulit menemukan waktu yang tepat atau waktu luang dalam menulis lantaran
kesibukan yang dijalaninya. Menulis itu bisa kapan saja. Pilihlah waktu yang
membuat kamu nyaman dan senang ketika menulis. Ada beberapa penulis yang senang
menulis ketika bangun pagi, ada juga pada waktu istirahat setelah makan siang,
atau menjelang senja. Menulis di waktu tengah malam juga biasanya memberi
inspirasi yang lebih dalam dari waktu-waktu lain. Feelnya lebih dapat. Tetapi kembali
ke penulisnya masing-masing, senang dan bisanya kapan.
Ada 1 quote yang
berbunyi “ You don’t find time to write, you make time. “ – Nora Roberts.
Nah, sekian yang ‘sedikit‘
bisa saya bagi tentang menulis. Semoga bermanfaat. Selamat membaca, selamat
menulis! :’)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar