Sabtu, 11 Januari 2014

Tenggelamnya Kecewa Anak Muda



Senang malam ini diajak nonton. Cuma senangnya sampai di situ saja. Harusnya malam minggu ini menyenangkan untuk kita semua tetapi nyatanya saya tidak semenyenangkan itu.
Di awal pemutaran film Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk, saya memutuskan untuk pulang.
“ pulang duluan ya, tidak enak sama nenek di rumah, sendirian. Tidak tenang di sini, saya harus pulang. “
Kedua temanku ini hanya diam. Kemudian beranjak dari kursi dan menuruni setiap anak tangga.
“ kalian kenapa sih? Sudah ku bilang, saya bisa pulang sendiri. Naik taxi, dekat kok.”
“ kamu yang kenapa? bisa-bisanya kita biarkan cewek pulang sendirian. Pergi bersama, pulang juga harus bersama.“
“ tapi.. saya kan bisa pulang sendiri. Saya minta maaf. “
Setelah percakapan panas dan dingin itu, yang terdengar hanya derap langkah kami masing-masing. Tadinya saya yang minta pulang duluan, tetapi langkah ke dua temanku ini lebih terburu-buru dan tak saling menunggu. Kita seperti sedang mengejar kereta api yang sebentar lagi akan berangkat.
Hummmm. Sejujurnya, sejujur-jujurnya saya sangat tidak enak hati, namun mengingat nenek sendiri di rumah adalah kekhawatiran dan ketidaktenangan hatiku bertubi-tubi. Aku sangat mencintai beliau, lebih dari apapun. Sangat dekat dengannya, lebih dekat bahkan dari siapapun.
Maaf mungkin tidak cukup untuk membenahi kecewa orang lain terhadapku, tapi saya tidak akan pernah memaafkan diri saya sendiri jika terjadi apa-apa pada nenek kesayanganku.
Mungkin di lain waktu saya bisa mengobati rasa tidak enak hati pada ke dua orang yang pengertian ini. semoga, aamiin.
Terimakasih untuk rasa haru akan kebesaran hati kalian untuk meninggalkan filmnya dan bersedia mengantarkanku pulang ke rumah.

“ assalamu’alaikum, nek. Ini saya upi. “
“ loh, katanya pulang tengah malam. “
“ filmnya saya tinggal, saya tidak bisa membiarkan nenek sendirian di rumah. “ #peluknenek
Pelukan sehangat dan setentram ini yang buat saya tidak pernah bisa jauh. Selalu ingin kembali pulang, untuk perempuan kebanggaan ibuku. Kecintaanku pula.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar