Sabtu, 12 Januari 2013

suara hati yang terabaikan


Mungkin , malam ini kita sama-sama menangis.
Kita sama-sama merasakan bagaimana pilunya hati.
Perihh. Perih..
Malam ini, kita sama-sama tahu bagaimana kita kehilangan. Kehilangan satu sama lain.
Kehilangan aku yang tidak pernah kamu miliki.
Dan kehilangan kamu yang belum sempat aku miliki.
Apa kamu ingat?
Kamu pernah bilang “ aku tidak bisa berjanji untuk terus menjaga perasaan ini, aku akan hanya berusaha sekuat aku untuk menjaga perasaan ini. ketika nanti aku menyukai wanita lain, tolong maafkan aku. Begitupun denganmu, ketika kamu berpaling dan menyukai lelaki lain, aku sudah memaafkanmu ”.
Seandainya saja kamu memberi kesempatan untukku berbicara sebentar saja. aku hanya ingin bertanya, bagaimana perasaanmu saat ini? kenapa dulu tidak memberiku kesempatan untuk menjalani semuanya bersamamu?
Tetapi sudahlah..
Kita sudah sama-sama kehilangan.
Mungkin kamu tidak akan pernah lagi kembali.
kamu pergi tanpa sempat ku cegah sama sekali.
kamu pergi tanpa sempat memberiku waktu untuk mengucapkan selamat tinggal.
kamu pergi begitu saja.
aku. seluruh tulangku, aku kehilangan..
Maafkan aku.
Maafkan aku kak..

kehilangan..


Malam ini, hujan turun lagi..
Hmm, bagaimana mungkin menangisi seseorang yang tidak pernah aku miliki?
Bagaimana mungkin bisa sesakit ini?
Janji yang pernah terucap, semuanya telah terabaikan.
Ntah aku yang salah, ntah dia yang salah..
Rasanya memang terlalu jauh..
Meskipun sempat merasakan segala sesuatu yang terasa sangat dekat, tetapi tidak pernah benar-benar memiliki.
Bagaimana rasanya menjaga perasaan seseorang yang tidak pernah benar-benar menjadi milikmu?
Sekuat apapun, akan ada titik di mana kamu harus berhenti memperjuangkan sesuatu yang tidak pasti.
Dan ketika semua benar-benar terjadi, ketika sebuah keputusan menjadi sesuatu yang tidak bisa kamu pungkiri. Maka berakhirlah sudah. Cerita-cerita indah, cerita kita. Janji dan semuanya.
Aku kalah. Aku menyerah kepada waktu. Kepada jarak yang memberiku arti tiada.
Aku bukan siapa-siapa.
Aku hanyalah nafas yang mencoba berarti untuk sekedar kau hirup lalu kau hembuskan kembali.
Aku pasrah.
Aku hanyalah angin yang berlalu.
Aku tidak berarti apa-apa lagi.
Tetapi kalau seandainya saja kamu benar-benar mau tahu, aku tidak pernah pergi.
Harusnya kamu tahu, hati tidak pernah pergi. Ia hanya berpindah ke hati yang lebih menghargai.

tetap akan di sana seribu tahun lagi.

Maaf ..
Dan terimakasih.

Hal yang paling menyakitkan adalah ketika kita tahu dan merasakan kehilangan seseorang yang tidak pernah benar-benar kita miliki.

Jumat, 04 Januari 2013

Hujan, dingin dan ketakutanku.


03.35
Subuh ini hujan turun deras sekali.
Aku terbangun dari tidurku.
Hujan turun deras sekali.
Aku sangat ketakutan.


Selasa, 01 Januari 2013

my girl's:*


Selain RACUN yang lebih dari sekedar indah. Ada 1 lagi makhluk ciptaan Allah yang memberi warna dalam hidupku, dalam hidup RACUN. Makhluk Allah yang suaranya paling seksi sekaligus menakutkan saat dia tertawa. Sebut saja dia Kanjeng Mami. 

 ANDI ESSE MARIAMA :3

Aku tidak tahu dia lahir di mana, tapi katanya dia orang Bone-Bone. Kurang tahu juga asli mana, yang jelasnya aku bisa berinteraksi dengan dia lewat bahasa isyarat, eh salah, maksudnya bahasa bugis. Hehehe..

Semester ini, dia benar-benar berjasa untuk kami.. Dia hadir memberi warna, memberi makna. Menciptakan pelangi, pelangi yang sangat indah.

Dan kini kami bersama. Kebersamaan seperti ini akan selalu kami rindukan.
Karna dengan bersama mereka, segala sesuatunya ada, segala sesuatunya terasa indah ..


RACUN :*


Sahabat adalah rumah bagi kita. Sejauh manapun kaki melangkah, sahabat selalu tahu arah jalan pulang ke rumah..
Dan RACUN telah membuktikan itu, bahkan RACUN  lebih dari sekedar rumah tempat kita kembali, tempat melepas penat..
Hmm ntah kenapa otakku selalu buntu jika ingin bercerita tentang RACUN.
Rasa-rasanya semua kata-kata tidak pernah cukup untuk menggambarkan mereka.
Mereka sangat luar biasa, tidak akan bisa terlukiskan hanya dengan goresan kalimat, sekalipun itu kalimat terindah yang pernah tercipta..
Dengan karakter dan watak yang berbeda-beda kita menyatu dalam kebersamaan.
Kebersamaan yang selalu indah.. Kebersamaan yang selalu ada..

2012-2013


Pagi yang hujan di 31 Desember,
Aku tak mau menangis lagi.
Matahariku bersemi di 1 Januari.
Selamat datang cinta.

Pagi di ujung Desember, untuk memilih.
Terseret masa lalu, atau menyebrang ke masa depan,
Aku siap.

Matahari pertama bersamamu,
Isyaratmu selalu ada untukku.
Tak ada yang lebih tentram daripada itu.

Matahari pertama bersamamu.
Tak bisa sisihkan matahari yang terbenam dulu.
Namun hangatmu damaikanku.
Kekalkan aku dalam dekapanmu.

2012-2013 sebelah kakiku,
Sebelah hatiku.
Maukah kamu ku bawa serta,
Genapkan diriku.

Jangan menangis, Desember.
Aku tak pernah meninggalkanmu.
Kamu tetap di sudut hati.
Meski aku meraih Januari.

Aku menoleh ke belakang sekali lagi,
Kamu tak ada di sana,
Kalau begitu biar aku melangkah,
Menyambut dia yang menantiku di depan 2013.

Tahun yang baru,
Karna kita tak mungkin,
Mengulang kisah yang lalu.

Aku diambang pintu.
Mundur atau melangkah.
Mengakhiri atau mengawali.
Aku menutup pintu.
Hari baru, Cinta baru.

Detik-detik saling melepaskan,
Kenangan dan masa depan.
Terpisahkan jarak dan waktu.
Pergi dan datang.
Kamu. Dia.

Satu detik lagi kamu menjadi kenangan.
Terimakasih telah menjadi bagian di hidupku.
Tetap akan di sana, seribu tahun lagi :)

-R :3

#Andrei Aksana dalam karyanya “Mencintaimu pagi, siang, malam“