Selasa, 01 Januari 2013

2012-2013


Pagi yang hujan di 31 Desember,
Aku tak mau menangis lagi.
Matahariku bersemi di 1 Januari.
Selamat datang cinta.

Pagi di ujung Desember, untuk memilih.
Terseret masa lalu, atau menyebrang ke masa depan,
Aku siap.

Matahari pertama bersamamu,
Isyaratmu selalu ada untukku.
Tak ada yang lebih tentram daripada itu.

Matahari pertama bersamamu.
Tak bisa sisihkan matahari yang terbenam dulu.
Namun hangatmu damaikanku.
Kekalkan aku dalam dekapanmu.

2012-2013 sebelah kakiku,
Sebelah hatiku.
Maukah kamu ku bawa serta,
Genapkan diriku.

Jangan menangis, Desember.
Aku tak pernah meninggalkanmu.
Kamu tetap di sudut hati.
Meski aku meraih Januari.

Aku menoleh ke belakang sekali lagi,
Kamu tak ada di sana,
Kalau begitu biar aku melangkah,
Menyambut dia yang menantiku di depan 2013.

Tahun yang baru,
Karna kita tak mungkin,
Mengulang kisah yang lalu.

Aku diambang pintu.
Mundur atau melangkah.
Mengakhiri atau mengawali.
Aku menutup pintu.
Hari baru, Cinta baru.

Detik-detik saling melepaskan,
Kenangan dan masa depan.
Terpisahkan jarak dan waktu.
Pergi dan datang.
Kamu. Dia.

Satu detik lagi kamu menjadi kenangan.
Terimakasih telah menjadi bagian di hidupku.
Tetap akan di sana, seribu tahun lagi :)

-R :3

#Andrei Aksana dalam karyanya “Mencintaimu pagi, siang, malam“

Tidak ada komentar:

Posting Komentar