Pagi yang hujan di 31
Desember,
Aku tak mau menangis lagi.
Matahariku bersemi di 1
Januari.
Selamat datang cinta.
Pagi di ujung Desember,
untuk memilih.
Terseret masa lalu,
atau menyebrang ke masa depan,
Aku siap.
Matahari pertama
bersamamu,
Isyaratmu selalu ada
untukku.
Tak ada yang lebih
tentram daripada itu.
Matahari pertama
bersamamu.
Tak bisa sisihkan
matahari yang terbenam dulu.
Namun hangatmu
damaikanku.
Kekalkan aku dalam
dekapanmu.
2012-2013 sebelah
kakiku,
Sebelah hatiku.
Maukah kamu ku bawa
serta,
Genapkan diriku.
Jangan menangis,
Desember.
Aku tak pernah
meninggalkanmu.
Kamu tetap di sudut
hati.
Meski aku meraih
Januari.
Aku menoleh ke belakang
sekali lagi,
Kamu tak ada di sana,
Kalau begitu biar aku
melangkah,
Menyambut dia yang
menantiku di depan 2013.
Tahun yang baru,
Karna kita tak mungkin,
Mengulang kisah yang
lalu.
Aku diambang pintu.
Mundur atau melangkah.
Mengakhiri atau
mengawali.
Aku menutup pintu.
Hari baru, Cinta baru.
Detik-detik saling
melepaskan,
Kenangan dan masa
depan.
Terpisahkan jarak dan
waktu.
Pergi dan datang.
Kamu. Dia.
Satu detik lagi kamu
menjadi kenangan.
Terimakasih telah
menjadi bagian di hidupku.
Tetap akan di sana,
seribu tahun lagi :)
-R :3
#Andrei
Aksana dalam karyanya “Mencintaimu pagi,
siang, malam“
Tidak ada komentar:
Posting Komentar