Malam ini, hujan turun
lagi..
Hmm, bagaimana mungkin
menangisi seseorang yang tidak pernah aku miliki?
Bagaimana mungkin bisa
sesakit ini?
Janji yang pernah
terucap, semuanya telah terabaikan.
Ntah aku yang salah,
ntah dia yang salah..
Rasanya memang terlalu
jauh..
Meskipun sempat
merasakan segala sesuatu yang terasa sangat dekat, tetapi tidak pernah
benar-benar memiliki.
Bagaimana rasanya
menjaga perasaan seseorang yang tidak pernah benar-benar menjadi milikmu?
Sekuat apapun, akan ada
titik di mana kamu harus berhenti memperjuangkan sesuatu yang tidak pasti.
Dan ketika semua
benar-benar terjadi, ketika sebuah keputusan menjadi sesuatu yang tidak bisa
kamu pungkiri. Maka berakhirlah sudah. Cerita-cerita indah, cerita kita. Janji dan
semuanya.
Aku kalah. Aku menyerah
kepada waktu. Kepada jarak yang memberiku arti tiada.
Aku bukan siapa-siapa.
Aku hanyalah nafas yang
mencoba berarti untuk sekedar kau hirup lalu kau hembuskan kembali.
Aku pasrah.
Aku hanyalah angin yang
berlalu.
Aku tidak berarti
apa-apa lagi.
Tetapi kalau seandainya
saja kamu benar-benar mau tahu, aku tidak pernah pergi.
Harusnya kamu tahu,
hati tidak pernah pergi. Ia hanya berpindah ke hati yang lebih menghargai.
tetap akan di sana
seribu tahun lagi.
Maaf ..
Dan terimakasih.
Hal yang paling
menyakitkan adalah ketika kita tahu dan merasakan kehilangan seseorang yang
tidak pernah benar-benar kita miliki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar