Minggu, 24 November 2013

Kopdarfiksi Makassar bersama @benzbara_



Mohon Tuhan untuk kali ini saja lancarkanlah hariku, hariku bersamanya. Hariku bersama @benzbara_ :’)
AAAAAAAAAAAAAAAAAAA <3

Akhirnya setelah menunggu beberapa minggu, tanggal 23 November datang juga. Kalian tahu apa yang special hari ini? Ada 2 hal, yaitu : 1. Adikku, Sherly Noviana Rama berulang tahun, hbd ya dek. oiya kuliah yang baik dan benar ya. patuh sama ortu dan dengar perintah kakak. Be a good doctor dan sukses buat saya. aamiin *tepokjidatnya* 2. Benzbara di Makassar.

Siapa sih benzbara itu?

Ouw ada yang belum kenal ya? Sini aku kenalin.
Bernard Batubara, atau yang akrab disapa Bara. Dia adalah seorang penulis muda yang sangat berbakat. Lahir di Pontianak, 9 Juli 1989. Dia sangat giat menulis, baginya menulis adalah kebutuhan. Jika dia tidak menulis, maka kepalanya akan terasa pening, dia akan suntuk dan merasa kehilangan dirinya sendiri. Buku-bukunya yang telah terbit Angsa-Angsa Ketapang (2010), Radio Galau Fm: Frekuensi patah hati dan Cinta yang kandas (2012), Kata Hati (2012), Milana (2013), dan Cinta. (baca: cinta dengan titik), serta beberapa tulisannya berupa puisi dan cerpen dimuat di majalah seni, Koran local dan nasional, dan web sastra. Bara juga menulis di antologi Teka-Teki tentang Tubuh dan Kematian (2010), Tuan Tara No Ate (2011), Mata (2012), Radio Galau Fm: Fan stories (2012), Empat Cangkir Kenangan (2012), Cerita Hati (2012), dan singgah (2013). Sekarang baranya lagi fokus dan semoga tetap konsisten untuk belajar menulis jurnal, aamiin. Bisa dikunjungi di blognya http:///bisikanbusuk.com atau follow twitternya @benzbara_ ups, ini kok kayak promosi ya? Hihi
Nah kan terbukti, Bara adalah salah satu penulis muda yang sangat berbakat di Indonesia.
Jadi, ini sabtu malam atau ‘malam minggu’aku yang sangat berkesan dan tidak kelabu (lagi) haha. Mi Balungan jln. Pettarani 3 menjadi saksi bisu atas pertemuan seorang atau beberapa orang dengan seorang penulis. Tapi kali ini, saya hanya ingin bercerita bagian sayanya saja wakaka.
Bara datang dengan menggunakan baju kaos hitam yang tulisannya “ My heart is black and blur “ dipadu dengan jaket berwarna abu-abu dengan tas selempang berwarna hijau yang aku jamin isinya buku bacaan favorit bara.
“ halo kak bara” sapaku sambil mengulurkan tangan.
“ halo “ dengan senyum manis, Bara menyambut tanganku. Kemudian duduk di depanku, ehm 1 meja denganku <3 aaaaaaaaa senang banget, aku langsung ngetwit. Biasalah anak muda. Hihii
Sembari menunggu acaranya dimulai, kami ngobrol-ngobrol dulu. Oiya lupa beritahu sebelumnya, malam ini ada acara #kopdarfiksi bersama @benzbara yang diselenggarakan langsung oleh kak Faisal Oddang (@sajakimut). Jadi, malam itu aku sama yang lain belajar tentang bagaimana cara menulis fiksi.

Setelah acara selesai, ada sesi foto-foto dan tanda tangan dari bara. Ke empat buku ditanganku Alhamdulillah dapat juga ttd langsung dari penulisnya. Senang nggak tuh? Senanglah. 


Mi balungan mulai sepi, peserta kopdarfiksi sebagian sudah pulang. Tapi aku masih betah aja di sini. Baranya juga. Katanya lapar, jadi mau makan malam dulu sebelum lanjut ke iradio Makassar untuk siaran tengah malam bareng penyair favoritku juga, ada namanya Aan Mansyur @hurufkecil.
OMG yang tadinya duduk semeja sebelum kelas dimulai, sekarang setelah kelas selesai Bara duduk disamping aku. AAK! Jaraknya tidak sampai sejengkal dan “jantungku berdegup cepat, kaki bergetar hebat” hihii 

Bara orangnya ramah banget, ngobrol dan akrabnya kayak teman. ih <3
Dan 1 adegan yang mungkin tidak akan aku lupakan. Bara kaget plus ketawa kencang waktu aku jawab pertanyaan kak faisal “aku udah semester 7“ Bara langsung menoleh ke arahku dan “hah? HAHAHA gilaa. Kirain masih sekolah.”  Wah yang lain juga pada shock dan ikutan nimbrung mukanya imut sekali, rahasianya apa? bagi tips dong. Aku sampai bingung mau jawab gimana, ini tidak seperti yang kalian pikirkan, tidak seperrti yang kalian lihat. Aku anak semester 7, beneran. Oke stop! Aku kadang suka bingung mau senang atau sedih kalo kayak gini. Hehee
Jika diberi pilihan antara bahagia atau bersedih, semua orang juga pasti memilih bahagia. Malam ini begitu sempurna.  Sayang untuk mengakhirinya.
Foto-foto bareng bara—
Terimakasih ya malam minggunya. I’m so happy. Dapat ilmunya, ketemu penulisnya hehe {}

Selasa, 19 November 2013

Cerpen kisah dari masa lalu



Seseorang dari masa lalunya kembali datang, membawa perasaan yang sama seperti dulu tapi dengan status yang berbeda.
Harusnya pintu tetap tertutup, tetapi dia terlanjur masuk, duduk dan berbincang lama.
“ ini berlebihan.” Akhirnya suaranya terdengar juga, meski sangat berat,seperti memikul sebuah beban.
“ apanya yang berlebihan?” tangkisnya dengan sebuah pertanyaan.
Dia hanya terdiam, menunduk. Dadanya sesak.
“ Kalau memang betul kamu menganggap ku just friend, kamu tidak akan bilang ini berlebihan.”
“ Sekuat apapun statementku bahwa kamu tidak lebih dari sekedar teman, hatiku tidak akan mampu menepis kamu pernah hidup di dalamnya. “
Kemudian ada hening berkepanjangan.
“ Habiskan kopimu, dan silahkan pergi!”
Perempuan itu kembali terisak. Aku tidak pernah benar-benar bermaksud untuk mengusirmu, aku hanya….. aku hanya…. Hiks.. hiks..
Dibalik pintu, dia menghabiskan beberapa tetes air mata.
Aku tidak ingin jatuh pada kesalahan yang sama (lagi). Aku tidak ingin lagi kehilangan orang yang menyayangiku.
Air matanya mulai kering. “ Ada hati yang harus ku jaga. “ lirihnya.
Lengkungan manis tercipta di bibirnya. Senyumnya (masih) manis seperti dulu.
Kamu tidak seharusnya galau gadis kecil, kamu tahu yang terbaik :’)

Senin, 18 November 2013

Rain have a story


“Ada yang percaya bahwa di dalam hujan terdapat lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu sesuatu. Senandung rindu yang bisa meresonansi ingatan masa lalu.”
Yoana Dianika, Hujan Punya Cerita tentang Kita.

Musim hujan..
Biasanya, aku mulai was-was bersama orang rumah. Karna takut kebanjiran. Biasanya bingung, mau nginap di mana lagi untuk sekedar menghindari air yang masuk ke rumah, biasanya lagi cuma bisa baring, duduk, diam di atas kasur karna hanya itu satu-satunya tempat yang tidak digenangi air.
Iya, rumah ini terlalu tua untuk rumah-rumah di sebelah kanan kirinya. Rumah ini satu-satunya yang belum pernah direnovasi. Tapi juga rumah ini yang paling banyak punya cerita. 2 tahun  setengah selama kuliah aku di sini. Meskipun tua, banyak nyamuk, dan kebanjiran tapi aku selalu punya rindu untuk kembali ke sana.
Toddopuli X Griya Puspita Sari.
Rumah ini satu-satunya tempat yang menjadi saksi bisu antara kita/kami ( aku dan dia ) sebelum akhirnya terpisahkan jua. Bagaimana mungkin, aku bisa lupa. Oke cukup, sekarang lagi hujan, jangan sampai galau maksimal.
Jadi rumah ini, sebagaimanapun kondisinya sekarang. Aku masih selvi yang dulu. Rindu digigit nyamuknya, rindu kakiku gatal karna air hujan, rindu nonton Tv sambil senyum-senyum, rindu minum cappuccino setiap paginya, rindu menyapa abang tukang bakso setiap sorenya, rindu dibalut kenangan bersamanya, rindu hingga pagi menjelang.
Hujan semakin deras. Semakin awet. Semakin tidak tahu kapan memori lalu hilang bersama rinai hujan. Biarkan langit biru tetap menangis. Aku akan tetap di sini, meski berselimut perih.
Griya puspita sari, meski tubuhmu dibalut air. Percayalah, matahari akan kembali bersinar.

Rabu, 13 November 2013

bjk

Jangan meng-indah-kan hanya dengan kata. Kalau cuma sekedar bicara, semua orang juga bisa. -SAR

qts

Kadang untuk tahu diri kita sebenarnya, kita harus jadi orang lain dulu. _SAR

rindu

1.45 AM
kau tahu apa yang ku lakukan jam segini belum tidur?
merindukanmu.
tapi kau tak pernah tahu.
Biarlah hanya langit kamar menjadi bagian dari cerita malam ini.

Rindu itu kembali berbisik.
Hati ini tak mampu menepis.
Harus ku ke manakan kenangan indah tentangmu?
Di mana lagi aku harus bersembunyi?

Katanya, waktu akan menyembuhkan segalanya.
Apa lukamu juga?
Apa sakitku juga?

ntahlah.
Katanya lagi, patah hati hanya akan disembuhkan oleh waktu atau orang baru.
Tapi hatiku tidak. Oh salah, mungkin belum.

Semoga esok, ketika mentari menyapa.
Suaramu tak lagi terdengar.

Blackout - Selalu Ada


Betapa hancur hati
Hilang gairah hidup
Serasa hampa
Selimuti di jiwa

Tak ada lagi tawa
Dan tak ada ceria
Semua hilang
Terkubur dalam duka

Dia kini telah pergi jauh
Terbang tinggi tinggalkanku di sini

Tuhan Engkau tahu aku mencintainya
Dan tak ada yang bisa mengganti dirinya
Tuhan hanya dia yang selalu ada
Dalam anganku dalam benakku

Tuhan Engkau tahu aku mencintainya
Dan tak ada yang bisa mengganti dirinya
Tuhan hanya dia yang selalu ada
Dalam anganku dalam benakku

Tuhan Engkau tahu
Aku mencintainya
Tuhan hanya dia yang selalu ada
Dalam anganku dalam benakku