Sabtu, 15 Juni 2013

Sheilaon7 and Selvyon7 #haha



Hello, I’m Sheilagank.
Sheilagank adalah sebutan bagi pendengar-pendengar setia SHEILA ON 7.
Tahu Sheila on 7 kan? Pasti tahu. Hehe. *nah kan jadi ngomong sendiri. :P
Nih ada sedikit tentang mereka.
SHEILA ON 7. Sebuah band asal Jogjakarta yang berdiri sejak pertengahan tahun 1998. Band yang dikawangi oleh Akhdiyat Duta Modjo yang akrab disapa Duta (vocal), Eross candra (guitar), Adam Muhammad Subarkah (bass), Brian Kresno Putro (drum) telah menorehkan banyak sekali prestasi, diantaranya menjadi satu-satunya band Indonesia yang mampu menjual album fisik sebanyak lebih dari satu juta copy, tiga album berturut-turut. Mereka juga memiliki pendengar-pendengar setia di negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei.
Sebelumnya, mereka berlima bareng mas Anton, dan mas Sakti. Tapi karna perbedaan visi, jadinya pada tahun 2004 mas Anton keluar dari 507, dan mas Sakti yah karna ingin memperdalam ilmu agamanya, akhirnya mengundurkan diri dari Sheila on 7 pada tahun 2006. tapi sejauh ini, hubungan mereka semua baik-baik saja, masih selalu komunikasi dan temu kangen hehe. Sampai akhirnya ada mas brian yang pipinya kayak bakpau resmi bergabung pada saat peluncuran album “ The very best of Sheila on 7 .”
Ngefans sama Sheila on 7, sejak duduk di bangku kelas IV SD. Kalau ditanya kenapa? Hmm, sepertinya tidak ada alasan yang mampu mewakili, tapi yang jelasnya 507 adalah alasanku. Jadi ingat lirik lagunya kan  “ kau alasanku tuk dewasa bla bla. “
Awalnya cuma bisa nonton sheila on 7 di TV, tiap mereka live di TV atau sekedar dengar lagunya di radio sudah bahagia sekali. Menginjak usia remaja, duduk di kelas 1 SMP akhirnya bisa lihat langsung para personilnya, nonton live di lapangan PERSIBO  kabupaten BONE. Masih ingat waktu itu aku digendong sama om sampe duduk dibahunya biar tetap bisa lihat dari kejahuan, karna penontonnya padat merayap. Dari situ tiap mereka datang di kota kelahiran, aku selalu sempatin buat nonton. Pernah 1 kali, ngambek di rumah karna tidak diizinkan nonton sama ortu, tidak mau makan dan mengunci diri di kamar. Sampe akhirnya bapak jadi luluh dan mengantarkan putri pertamanya ke lapangan Merdeka buat nonton band favoritnya hehe, makasih yah pak :*
Pokoknya banyak cerita sebelum akhirnya ketemu langsung, melihat mereka dalam jarak yang tidak jauh, begitu dekat, begitu nyata. Ngobrol bareng, foto-foto dan nyanyi bersama .. hmm unforgettable moment Hehe
Bigthanks to Allah, and sheilagank Makassar.
Hmm kakak-kakak dari SG yang baik, mau menerima dan berbagi bersama.

melihat tawamu mendengar senandungmu, terlihat jelas di matamu warna-warna indahmu,. menatap langkahmu, meratapi kisah hidupmu, terlihat jelas bahwa hatimu ANUGRAH TERINDAH YANG PERNAH KU MILIKI – 507

And special for Sheila on 7, happy birthday 17 th . JALAN TERUS.. !!!
#Sheila On 7 adalah Brian (drum), Eross (guitar), Duta (vocal), Adam (bass). Mereka punya nickname "B.E.D.A." Well, they are.. different :)
and WHY AM I DIFFERENT?
Because I am SHEILAGANK :)

Kamis, 06 Juni 2013

RACUN. Min 50



Biar kata kau musibah, bagiku kau anugrah.
Biar orang berkata apa, bagiku kau segalanya..
I LOVE YOU RACUN. .
Memang dasar Racun, selalu berulah dan ada saja akal busuknya haha tapi RACUN bersih, bebas dari NARKOBA. HIDUP RACUN !!
Racun yang tidak beratasnamakan sebuah GANK ! We are friendship only .
Selalu konyol, pemalas, suka santai, banyak main, jarang serius, dan berpegang teguh pada the power of kepepet.
Ditinjau dari sisi positif, RACUN itu baik, solidaritasnya tinggi, suka menolong, kocak, memiliki selera humor yang tinggi dan juga memiliki rasa ingin tahu yang jauh lebih tinggi.
RACUN itu lebih dari sekedar sahabat, lebih berarti dari sekedar materi.
Susah senang bersama {}
Seperti kejadian minggu lalu, kami dapat minus 50 pada praktikum sebuah lab. karena kami. Sore itu kami memanfaatkan moment untuk berfoto-foto di puncak lab. alias di lantai 5 haha kami sangat kegirangan keluar dari lab., kami berlari-lari, tertawa bersama-sama. setelah selesai berfoto, kami kembali ke lab. tiba-tiba suasananya menjadi suram, menegangkan. Kami disambut oleh wajah-wajah yang sama sekali tidak menyenangkan. Sudah ku duga sebelumnya, kami akan disoroti. Ulah apa yang dilakukan Racun yang bebas dari sorotan? Ada? Pernah? Tidak. !
Tapi kami tidak peduli. Kami bukan pelaku kriminal. Orang-orang yang tidak menyukai kami, mungkin hanya sedikit iri karna tidak bisa seperti kami yang selalu bisa menikmati hidup dan tidak selalu patuh kepada aturan. Selama tidak melewati batas kewajaran, kenapa tidak?!
Dari semua hal yang pernah kami lewati, satu hal “ RACUN itu BERANI “ bukan BERANI untuk tapi BERANI dari …………………….
Hidup RACUN !!

Jumat, 31 Mei 2013

Nyanyian Rindu



Kemarin ku lihat awan membentuk wajahmu, desau angin meniupkan namamu. Tubuhku terpaku semalam. Bulan sabit melengkungkan senyummu, tabur bintang serupa kilau auramu. Akupun sadari ku segera berlari.
Cepat pulang, cepat kembali jangan pergi lagi. Firasatku ingin kau cepat pulang, cepat kembali jangan pergi lagi..
Airnya bagai sungai yang  mendamba samudra. Ku tahu pasti ke mana ku kan bermuara. Semoga ada waktu sayangku. Ku percaya alampun berbahasa, ada makna dibalik semua pertanda . firasat ini rasa rindu kah atau kah tanda bahaya? Aku tak peduli, ku terus berlari..
Cepat pulang, cepat kembali, jangan pergi lagi. Firasatku ingin kau cepat pulang, cepat kembali, jangan pergi lagi..
Dan lihatlah sayang, hujan turun membasahi. Seolah ku berair mata…
Cepat pulang, cepat kembali jangan pergi lagi. Firasatku ingin kau cepat pulang, cepat kembali, jangan pergi lagi..
Marcell - Firasat
~~~

Kamu tahu kepada siapa aku merindu?
Kamu tahu untuk siapa aku bernyanyi?
Kamu tahu? Apa kamu tahu?

Kita memang tidak bersama saat ini, aku tidak bisa melihatmu, menyentuhmu dengan jemariku atau sekedar mendengar suaramu lewat telingaku. Tapi aku selalu bisa merasakan kehadiranmu. Karna dengan hati, semua akan terasa lebih dekat.



Kenangan




Malam itu hujan turun. Tidak terlalu deras tapi cukup membuat tubuh mungilnya kedinginan. Dia berusaha memejamkan matanya. Mencoba untuk meredam semua rasa rindu yang mencekam. Cuaca yang seperti ini, biasanya sangat mudah untuk membuatnya terlelap, tapi kali ini tidak. Cuaca yang dingin itu malah mengantarkan pikirannya ke masa lalu yang telah terbingkai menjadi kenangan. 

Kenangan, “bawa aku kembali bersamamu” bisiknya lirih. Dia menghela nafas, membayangkan kejadian-kejadian indah yang pernah terlewati. Terlalu manis, dan  semua masih melekat dalam ingatan.

Malam itu, dia memutar kembali semua ingatan. Mendengarkan lagu-lagu kesukaannya, berharap semuanya bisa hadir kembali, agar tetap bisa dia rasakan. Namun, cerita indah tidak akan pernah sama.

Setiap malam, sama seperti malam ini. Rintik hujan selalu membawanya kepada kerinduan. Kerinduan akan masa lalu, akan masa kecil yang penuh dengan tawa dan bahagia. Sayang, waktu tak mungkin berjalan mundur!

Jumat, 17 Mei 2013

Teman.



Teman itu kepentingan. 

*serangan jantung ringan*
“ Jadi upi apa yang menjadi kepentinganmu sekarang? “
“ Antar saya pulang! “

Hey, kamu dengar apa yang dia ucapkan?
Sempat kaget dan mengalami serangan jantung ringan, hehe ..

Yah. Persepsi setiap individu dengan apa yang mereka sebut teman itu berbeda-beda. Tapi apa salah jika aku merasa terluka ketika mendengar seorang teman berkata seperti itu? apa pertemanan sesederhana bentuk kepentingan?
Tentu saja tidak. Tapi kata kakak yang penuh dengan gelang “ kepentingan pribadi itu pasti ada dek, kita tidak akan pernah bisa mengelak. Tetapi jangan karena kepentingan yang kita jadikan landasan kenapa kita berteman dengan seseorang. Atau begini saja, jika melakukan sesuatu untuk orang lain kita harus ikhlas, biar tidak sakit :) . “

*koma*


Pertemanan sejati itu tidak disandarkan pada kesepakatan terhadap persamaan-persamaan tapi bagaimana kita bisa untuk menerima perbedaan-perbedaan yang ada. Kata Fahd Djibran dalam bukunya “ sebab seseorang yang memuji-muji dirimu sambil menjelek-jelekkan musuhmu adalah seseorang yang sama di waktu lain berkemungkinan menjelek-jelekkan dirimu dan memuji-muji musuhmu. “
Teman itu bukan mereka yang sempurna, yang mempunyai cerminan diri kita sendiri. Tetapi mereka yang berlawanan dengan kita, melukai kita, mengecewakan kita tapi mampu untuk menerima diri kita apa adanya, mengerti kita yang tidak selalunya dengan kebenaran atau kebaikan tetapi juga dari salah dan dosa.
Teman tidak melulu tentang baik-baik saja, tetapi bagaimana kita bisa melaluinya bersama dengan keteguhan hati dan berjuang bersama-sama agar semua tetap baik-baik saja. “ Bukan untuk saling mengikat ataupun membatasi, tapi untuk saling melepaskan dan membebaskan! “