Teman
itu kepentingan.
*serangan jantung
ringan*
“ Jadi upi apa yang
menjadi kepentinganmu sekarang? “
“
Antar saya pulang! “
Hey, kamu dengar apa
yang dia ucapkan?
Sempat kaget dan
mengalami serangan jantung ringan, hehe ..
Yah. Persepsi setiap
individu dengan apa yang mereka sebut teman itu berbeda-beda. Tapi apa salah
jika aku merasa terluka ketika mendengar seorang teman berkata seperti itu? apa
pertemanan sesederhana bentuk kepentingan?
Tentu saja tidak. Tapi kata
kakak yang penuh dengan gelang “ kepentingan pribadi itu pasti ada dek, kita
tidak akan pernah bisa mengelak. Tetapi jangan karena kepentingan yang kita
jadikan landasan kenapa kita berteman dengan seseorang. Atau begini saja, jika
melakukan sesuatu untuk orang lain kita harus ikhlas, biar tidak sakit :)
. “
*koma*
Pertemanan sejati itu
tidak disandarkan pada kesepakatan terhadap persamaan-persamaan tapi bagaimana
kita bisa untuk menerima perbedaan-perbedaan yang ada. Kata Fahd Djibran dalam
bukunya “ sebab seseorang yang
memuji-muji dirimu sambil menjelek-jelekkan musuhmu adalah seseorang yang sama
di waktu lain berkemungkinan menjelek-jelekkan dirimu dan memuji-muji musuhmu.
“
Teman itu bukan mereka
yang sempurna, yang mempunyai cerminan diri kita sendiri. Tetapi mereka yang
berlawanan dengan kita, melukai kita, mengecewakan kita tapi mampu untuk
menerima diri kita apa adanya, mengerti kita yang tidak selalunya dengan
kebenaran atau kebaikan tetapi juga dari salah dan dosa.
Teman tidak melulu
tentang baik-baik saja, tetapi bagaimana kita bisa melaluinya bersama dengan
keteguhan hati dan berjuang bersama-sama agar semua tetap baik-baik saja. “ Bukan untuk saling mengikat ataupun
membatasi, tapi untuk saling melepaskan dan membebaskan! “
seseorang pernah bilang, kepentingan itu pasti ada. Mungkin orang yang sama dengan yang mengucapkan apa yang kamu share.
BalasHapustapi kemudian dia bilang, 'hanya saja, kepentingan itu tidak harus dalam ranah materi.'
perasaan mungkin??
i heart you XOXO