Selasa, 26 November 2013

Puisi untuk Bernard Batubara

Bara, kau tahu?
Pertemuan kemarin adalah sesuatu yang aku nanti sekian lamanya.
Kau datang di tengah rindunya aku pada kampung halamanku.
Aku ingin pulang.
Namun mendengar kabar darimu seperti menahan langkah kakiku.

Bara, pertama melihatmu. Jantungku seperti berhenti berdetak.
Nafasku engah. Lututku lemas.
Matamu tajam, menyilaukan bak buku-buku yang berjejer di perpustakaan.

Bara, suaramu sama sekali tidak bagus.
Namun entah mengapa terdengar begitu indah di telingaku.
Cadelmu adalah candu bagiku.
Aku sakau bila tak mendengarnya.

Tetapi bara, waktu begitu kejam.
Begitu cepat berlalu.
Andai saja bisa, tentu aku akan menekan tombol pause ketika kepalaku begitu dekat dengan pundakmu.

Bara..
Sungguh 2 hari bersamamu adalah sejarah yang begitu mengesankan.
Aku bahkan ingin tetap waras dalam keadaan gila ini.
Hingga akhirnya aku tersadar bahwa "bagian tersulit dari sebuah pertemuan adalah perpisahan."
:')

1 komentar: