Kamis, 06 Desember 2012

Bila Aku Jatuh Cinta


Sore hari ini menjadi saksi atas bahagia yang tercipta pada dua hati yang tengah berbunga-bunga. Betapa langit mendung sama sekali tidak berarti mendung bagi mereka, dan rintik hujan hanya menambah romantisme yang terlukis pada wajah dua insan yang dilanda asmara.
Ah betapa jatuh cinta tidak mengenal waktu dan permisi..
Betapa mudahnya dia memasuki relung hati yang pernah berlumur luka. Tak ada gambaran lain selain senyuman lebar dan tawa bahagia. Tuhan, seperti inikah rasanya jatuh cinta? Aku lupa kapan terakhir mengalami semua ini.
Apa ini yang namanya jatuh cinta?
Datang tanpa permisi, menciptakan senyum yg tak bisa disembunyikan..
Seperti inikah rasanya jatuh cinta?
Segala sesuatunya terasa lebih indah, lebih sempurna..
Apa ini efek dari jatuh cinta?
Sesuatu yang berat terasa lebih mudah untuk dilalui..
Perjalanan panjang tak membuat dua insan itu letih, melangkah bersama, jalan bersama, sesekali saling mendahului, sesekali saling berdampingan. Jalanan becek tidak berarti apa-apa malah menciptakan keromantisan untuk ke duanya saat tangan mereka bersentuhan secara tidak sengaja. Aw betapa berjalan kaki sangat mudah menciptakan romantisme hari ini.
Tuhan, benarkah ini cinta?
Ia tidak perlu waktu yang lama untuk terlahirkan.
Tuhan, apa tidak terlalu cepat untuk menyebutnya cinta?
Tapi bukankah cinta tidak memerlukan waktu yang lama untuk bersemi?
 Bukankah cinta bisa tercipta secepat kilat?
Tuhan, apabila benar ini cinta.. Hentikan penantianku saat ini juga..
Aku hanya ingin hatiku berlabuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar