Sore
hari ini menjadi saksi atas bahagia yang tercipta pada dua hati yang tengah
berbunga-bunga. Betapa langit mendung sama sekali tidak berarti mendung bagi
mereka, dan rintik hujan hanya menambah romantisme yang terlukis pada wajah dua
insan yang dilanda asmara.
Ah
betapa jatuh cinta tidak mengenal waktu dan permisi..
Betapa
mudahnya dia memasuki relung hati yang pernah berlumur luka. Tak ada gambaran
lain selain senyuman lebar dan tawa bahagia. Tuhan, seperti inikah rasanya
jatuh cinta? Aku lupa kapan terakhir mengalami semua ini.
Apa ini yang
namanya jatuh cinta?
Datang tanpa
permisi, menciptakan senyum yg tak bisa disembunyikan..
Seperti
inikah rasanya jatuh cinta?
Segala
sesuatunya terasa lebih indah, lebih sempurna..
Apa ini efek
dari jatuh cinta?
Sesuatu yang
berat terasa lebih mudah untuk dilalui..
Perjalanan
panjang tak membuat dua insan itu letih, melangkah bersama, jalan bersama,
sesekali saling mendahului, sesekali saling berdampingan. Jalanan becek tidak
berarti apa-apa malah menciptakan keromantisan untuk ke duanya saat tangan
mereka bersentuhan secara tidak sengaja. Aw betapa berjalan kaki sangat mudah
menciptakan romantisme hari ini.
Tuhan,
benarkah ini cinta?
Ia
tidak perlu waktu yang lama untuk terlahirkan.
Tuhan,
apa tidak terlalu cepat untuk menyebutnya cinta?
Tapi
bukankah cinta tidak memerlukan waktu yang lama untuk bersemi?
Bukankah cinta bisa tercipta secepat kilat?
Tuhan,
apabila benar ini cinta.. Hentikan penantianku saat ini juga..
Aku
hanya ingin hatiku berlabuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar