Minggu, 02 Desember 2012

Semester Puncak


Semester 5. Semester puncak. Semester panjang melawan lelah. Ada 5 lab. (lagi) yang harus diselesaikan semester ini. Belum lagi dengan jadwal kuliah yang padat, memakan waktu yang sangat banyak. Ah anak farmasi, kapan sih punya banyak waktu untuk berlehai-lehai? (dibacanya pake sedikit penekanan yh :P)
Bangun pagi, berangkat kampus, lab. kuliah, lab. kuliah, lab. kuliah dan begitu seterusnya. Monoton. Not interested. Itu-itu saja, selalu begitu. Kalaupun ada selang waktu antara lab. dan kuliah itu cuma buat makan dan shalat. Rasanya juga belum cukup. Masih untung kalau ada waktu makan, biasanya sih waktunya dipake buat respon lab. atau respon laporan atau kalau tidak buat menulis perbaikan jurnal-jurnal atau hasil diskusi. Huft .
Di sela-sela kesibukan yang melelahkan ini, aku dan teman-teman ( RACUN ) masih menyempatkan diri untuk refreshing sesekali atau sekedar kumpul-kumpul buat berbagi cerita (tepatnya sih ngegosipin makhluk lain) haha, wajar saja. Kan cewek . Segala jenis spesies bisa habis dicerita jelek buruknya oleh kami *ehh becanda kok :p “kalau percaya, dosa loh :P “ .
Semester 5 yang katanya senior-senior semester paling berat. Pokoknya puncak dari segala semester. WOW sekali, bukan? Kalian juga pasti mengalaminya atau bahkan sudah pernah mengalaminya atau akan mengalaminya.. melelahkan sekali, bukan? aku bahkan merasakan lelah yang hebat lebih dari lelah yang diceritakan senior-senior di kampus. Luar biasa.
Semester 5. Puncak dari titik jenuh selama hidup di farmasi. 4 semester yang aku lalui tidak pernah mengundang pikiran gila seperti ini “ aku mau berhenti kuliah” . Aku tidak tahu darimana datangnya pikiran bodoh seperti itu. Mungkin dari rasa lelah dan tingkat kejenuhan paling tinggi sepanjang semester ini berjalan.
Rasanya sangat konyol sekali, atau mungkin kedengarannya sangat lucu apabila berhenti di jalan yang sudah  mendekati garis finish. Aku mungkin akan menjadi orang sangat menyesal jika pikiran bodoh itu ku wujudkan menjadi kenyataan. Beruntung Allah masih memberikan akal sehat. Kalau tidak, aku tidak akan pernah tahu seperti apa aku sekarang ini. (Thanks god :*)
Hidup di farmasi bagai taman tak berbunga. Aw begitulah kata para farmasis #eh maaf salah lirik :P . Nggak gitu juga kok, gue cuma bercanda *tiba-tiba Monas pindah di layar laptop* wkwkwwk. Memang rasanya sangat monoton kuliah di farmasi, tetapi kita sebagai farmasis punya banyak cerita. Mau tau? Mau tau aja atau mau tau banget? Ciyuus? Miapah? #ehSalahlagi
Kebayang tidak? Kuliah monoton, terus tidak punya pacar? Hahah eh hubungannya apa yh? Aku juga tidak tahu pasti, tapi kayaknya kalau punya pacar di sela-sela kehidupan yang monoton bisa memperlancar peredaran darah dan memperbaiki fungsi organ tubuh khususnya hati. #Hmm lagi lagi tidak nyambung. Haha
Rutinitas baru di smester 5 ini yaitu menulis, menulis, menulis lagi dan lagi. Menulis tidak akan ada habisnya hingga 31 desember 2012. Itu sudah pasti. Jadi masih ada sebulan lagi untuk menganiaya tangan dan mata melawan kantuk. Kenapa bahasanya lebay seperti ini? karena ya memang menulisnya juga lebay, berlebihan. Menulis jurnal pendahuluan dan hasil diskusi itu panjangnya bukan main, panjaaaaaaaaaaaaaaaang sekali. Panjangnya bagaimana aku tidak bisa memastikan sepanjang apa tapi kalau temanku lagi baca ini, aku bisa memastikan pikirannya lari ke mana. Hihi zzzttt *jari tangan di mulut*
Kadang-kadang kita butuh tangan orang lain untuk membantu. Ciyus deh. Tapi ya itu dia, tangan siapaaa? Tangan siapa? *ini yang nanya-nanya gitu cuma orang jomblo* haha lirik teman apa lirik diri sendiri ya? Uhuk.
Kamis dan Jumat itu hari terberat bagi tangan-tangan kami anak farmasi semester 5. Kenapa begitu? Karena tulisan-tulisan kami, tulisan-tulisan pacar, tulisan-tulisan mantan, mantan gebetan, dan spesies-spesies lain dikumpulkan pada hari itu juga. Jadi malam kamis, dan malam jum’at bisa dipastikan tidak ada yang namanya tidur semalam, yang ada hanya menangis semalam. Hiks :’(
Paginya tetap harus kuliah, tapi biasanya absen. Tubuh juga butuh tidur. Butuh istirahat. Menulis sampai subuh, dan paginya ( 07.30 a.m ) ada kuliah. Tidak boleh telat. Gila. Tidak boleh telat tapi boleh tidak masuk. Haha itu cuma dihalalkan oleh kami, dosen sih tidak mau tahu. Tetap saja namanya absen.
Setiap minggu seperti itu, sudah bisa ditebak nilai yang keluar berupa apa, rantai karbon mungkin. Ah aku tidak peduli. Nilai apa saja. Terserah dosen sajalah. Kedengarannya sih pasrah tapi harus bagaimana? Apa harus membelah diri? Satu bagian tubuh buat kerja tugas, satunya lagi masuk kuliah. Imposibble.
Semester 5 ini memang WOW kuadrat. Bagaimana tidak? Di sini semua rasa menjadi satu, satu untuk semua. Semua untuk satu *apa-apaan* ciyus deh. Tapi sedikit lagi kawan, sebulan lagi menderita. Selagi masih sanggup bersabar, mari kita bersabar. Jalani dengan hati yang ikhlas! Kata ibuku hidup itu bukan pilihan, maka jalani apa yang seharusnya kita jalani.
Mungkin semester ini tangan kita menangis, tapi bukankah akan sangat bahagia apabila nanti tangan kita memegang sebuah toga? *senyummanis*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar