Semester
5. Semester puncak. Semester panjang melawan lelah. Ada 5 lab. (lagi) yang
harus diselesaikan semester ini. Belum lagi dengan jadwal kuliah yang padat,
memakan waktu yang sangat banyak. Ah anak farmasi, kapan sih punya banyak waktu
untuk berlehai-lehai? (dibacanya pake sedikit penekanan yh :P)
Bangun
pagi, berangkat kampus, lab. kuliah, lab. kuliah, lab. kuliah dan begitu
seterusnya. Monoton. Not interested. Itu-itu saja, selalu begitu. Kalaupun ada
selang waktu antara lab. dan kuliah itu cuma buat makan dan shalat. Rasanya
juga belum cukup. Masih untung kalau ada waktu makan, biasanya sih waktunya
dipake buat respon lab. atau respon laporan atau kalau tidak buat menulis
perbaikan jurnal-jurnal atau hasil diskusi. Huft .
Di
sela-sela kesibukan yang melelahkan ini, aku dan teman-teman ( RACUN ) masih
menyempatkan diri untuk refreshing sesekali atau sekedar kumpul-kumpul buat
berbagi cerita (tepatnya sih ngegosipin makhluk lain) haha, wajar saja. Kan
cewek . Segala jenis spesies bisa habis dicerita jelek buruknya oleh kami *ehh
becanda kok :p “kalau percaya, dosa loh :P “ .
Semester
5 yang katanya senior-senior semester paling berat. Pokoknya puncak dari segala
semester. WOW sekali, bukan? Kalian juga pasti mengalaminya atau bahkan sudah
pernah mengalaminya atau akan mengalaminya.. melelahkan sekali, bukan? aku
bahkan merasakan lelah yang hebat lebih dari lelah yang diceritakan
senior-senior di kampus. Luar biasa.
Semester
5. Puncak dari titik jenuh selama hidup di farmasi. 4 semester yang aku lalui
tidak pernah mengundang pikiran gila seperti ini “ aku mau berhenti kuliah”
. Aku tidak tahu darimana datangnya pikiran bodoh seperti itu. Mungkin dari
rasa lelah dan tingkat kejenuhan paling tinggi sepanjang semester ini berjalan.
Rasanya
sangat konyol sekali, atau mungkin kedengarannya sangat lucu apabila berhenti
di jalan yang sudah mendekati garis
finish. Aku mungkin akan menjadi orang sangat menyesal jika pikiran bodoh itu
ku wujudkan menjadi kenyataan. Beruntung Allah masih memberikan akal sehat.
Kalau tidak, aku tidak akan pernah tahu seperti apa aku sekarang ini. (Thanks
god :*)
Hidup
di farmasi bagai taman tak berbunga. Aw begitulah kata para farmasis #eh maaf
salah lirik :P . Nggak gitu juga kok, gue cuma bercanda *tiba-tiba Monas pindah
di layar laptop* wkwkwwk. Memang rasanya sangat monoton kuliah di farmasi,
tetapi kita sebagai farmasis punya banyak cerita. Mau tau? Mau tau aja atau mau
tau banget? Ciyuus? Miapah? #ehSalahlagi
Kebayang
tidak? Kuliah monoton, terus tidak punya pacar? Hahah eh hubungannya apa yh?
Aku juga tidak tahu pasti, tapi kayaknya kalau punya pacar di sela-sela
kehidupan yang monoton bisa memperlancar peredaran darah dan memperbaiki fungsi
organ tubuh khususnya hati. #Hmm lagi lagi tidak nyambung. Haha
Rutinitas
baru di smester 5 ini yaitu menulis, menulis, menulis lagi dan lagi. Menulis
tidak akan ada habisnya hingga 31 desember 2012. Itu sudah pasti. Jadi masih
ada sebulan lagi untuk menganiaya tangan dan mata melawan kantuk. Kenapa
bahasanya lebay seperti ini? karena ya memang menulisnya juga lebay,
berlebihan. Menulis jurnal pendahuluan dan hasil diskusi itu panjangnya bukan
main, panjaaaaaaaaaaaaaaaang sekali. Panjangnya bagaimana aku tidak bisa
memastikan sepanjang apa tapi kalau temanku lagi baca ini, aku bisa memastikan
pikirannya lari ke mana. Hihi zzzttt *jari tangan di mulut*
Kadang-kadang
kita butuh tangan orang lain untuk membantu. Ciyus deh. Tapi ya itu dia, tangan
siapaaa? Tangan siapa? *ini yang nanya-nanya gitu cuma orang jomblo* haha lirik
teman apa lirik diri sendiri ya? Uhuk.
Kamis
dan Jumat itu hari terberat bagi tangan-tangan kami anak farmasi semester 5.
Kenapa begitu? Karena tulisan-tulisan kami, tulisan-tulisan pacar,
tulisan-tulisan mantan, mantan gebetan, dan spesies-spesies lain dikumpulkan
pada hari itu juga. Jadi malam kamis, dan malam jum’at bisa dipastikan tidak
ada yang namanya tidur semalam, yang ada hanya menangis semalam. Hiks :’(
Paginya
tetap harus kuliah, tapi biasanya absen. Tubuh juga butuh tidur. Butuh
istirahat. Menulis sampai subuh, dan paginya ( 07.30 a.m ) ada kuliah. Tidak
boleh telat. Gila. Tidak boleh telat tapi boleh tidak masuk. Haha itu cuma
dihalalkan oleh kami, dosen sih tidak mau tahu. Tetap saja namanya absen.
Setiap
minggu seperti itu, sudah bisa ditebak nilai yang keluar berupa apa, rantai
karbon mungkin. Ah aku tidak peduli. Nilai apa saja. Terserah dosen sajalah.
Kedengarannya sih pasrah tapi harus bagaimana? Apa harus membelah diri? Satu
bagian tubuh buat kerja tugas, satunya lagi masuk kuliah. Imposibble.
Semester
5 ini memang WOW kuadrat. Bagaimana tidak? Di sini semua rasa menjadi satu,
satu untuk semua. Semua untuk satu *apa-apaan* ciyus deh. Tapi sedikit lagi
kawan, sebulan lagi menderita. Selagi masih sanggup bersabar, mari kita
bersabar. Jalani dengan hati yang ikhlas! Kata ibuku hidup itu bukan pilihan,
maka jalani apa yang seharusnya kita jalani.
Mungkin
semester ini tangan kita menangis, tapi bukankah akan sangat bahagia apabila
nanti tangan kita memegang sebuah toga? *senyummanis*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar