Air mataku tak berhenti menetes setelah mendengar rekaman suara yg kamu kirim untukku.
Bagaimana mungkin aku dengan begitu mudahnya berpaling darimu?
Bagaimana mungkin aku dengan begitu piciknya memikirkan hal yang buruk tentangmu?
Aku tidak tahu, kenapa aku sebegitu bodohnya?
Aku tidak tahu, kenapa aku sebegitu rapuhnya?
Aku tidak tahu kenapa aku sebegitu mudahnya tergoyahkan?
Harusnya aku tahu kamu tidak seperti pikiran jelekku..
Harusnya aku tahu kamu tidak seperti pria lainnya..
Harusnya aku tahu kamu sudah berubah.
Harusnya aku tahu aku tidak harus seperti kemarin..
Tentang hari yang kamu lalui tanpaku, selalu saja menjadi perkiraanku bahwa kamu tidak lagi membutuhkanku, tidak lagi mengingatku, dan tidak lagi mempedulikan aku..
Aku selalu beranggapan aku hanya angin lalu bagimu..
Aku hanya deretan kata yang terlewatkan untuk kamu baca..
Tetapi ternyata aku salah..
Air mata dan perih ini adalah tanda bahwa aku sebegini sakitnya ketika tahu bahwa aku masih menjadi salah satu alasan bagimu untuk tetap bertahan.. aku masih menjadi salah satu orang yang paling kamu rindukan..namun masihkah ada kesempatan untukku kembali??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar