Satu-satunya
hal yang tidak boleh kita lupakan “ dialog “.
Murid
: Ciee yang mau ke RAMMA’
Guru : Mohon do’anya :’)
Murid
: iyaaa
Guru
: Kenapa tidak ikut ?
Murid
: hehe tidak ada yang ajak. Ah memang
tidak bisa hehe
Guru : kenapa tidak menawarkan diri? Nah
semua yang mau berangkat besok mereka menawarkan diri. Saya mau ajak tadi tapi
dari gerakannya, terbaca seperti ada problem.
Murid : Mau menawarkan diri sama siapa? Hehe, bisa
saja baca orang
Guru
: Sama yang fix berangkat. Saya tidak tahu apa masalahnya, tapi satu tim
yang harmonis dalam tulisan kamu, tapi faktanya duduk semeja saja tidak bisa.
Kesimpulannya, ada masalah dalam tim ini. Kata para bijak, masalah itu ada
untuk dituntaskan. Problemnya, kapan? Mau sampai kapan masalah diendapkan?
Suatu saat dia akan tumpah dari wadahnya. Dan kalau begitu, maka apa yang ada
di sekeliling wadah itupun akan kena imbasnya.
Murid
: Saya tidak tahu siapa yang fix berangkat. Tapi di luar dari itu,
memang tetap tidak bisa ikut. Sejauh yang pernah saya lewati, memang masalah
kali ini yang saya simpan sendiri. Bahkan dengan teman terdekat sekalipun, saya
tidak pernah tertarik untuk menceritakannya. Saya mengurung diri, saya yang
menutup diri. Mungkin masalahnya ada sama saya. Saya tahu saya ego tapi saya
tidak bisa.
Guru : Saya tidak punya hak untuk memaksa. Kita manusia yang berhak
memutuskan tindakan. Masih ingat sms
tentang kewajiban dan perasaan? Coba renungi ! Kalau masih ngambang, saya siap
diajak diskusi lagi. Maaf
Murid : Iya saya masih ingat. Saya bukan
membela diri. Tapi kalau mereka cukup dewasa, mereka tidak akan tinggal diam.
Iya, boleh.
Guru
: Persoalannya bukan pada siapa yang dewasa tapi siapa yang mau memulai.
Seringkali orang yang dibilang dewasa justru kalah tangkas dibanding dengan
anak-anak, perbandingan ini bukan supaya kita jadi anak-anak, tidak begitu.
Tapi bagaimana supaya permasalahan yang hadir dalam hidup dapat dituntaskan
dengan cara yang tepat dengan waktu yang relative sedikit.
Terus
apa artinya dewasa?
Murid : Dewasa itu mereka yang bijak,
mereka yang bisa menghadapi dan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.
Guru : Orang yang bijak. Iya sama. Tapi kalau saya perluas terminologinya,
manusia dewasa itu adalah manusia yang sempurna. Jadi dalam terminologi saya,
salah satu orang dewasa itu adalah Rasul Muhammad. Bagaimana tindakan Rasul
dalam berhubungan dengan kawan dan lawan. Semuanya tanpa celah. Kemudian setiap
manusia yang meniti jalan menuju kesempurnaan ( termasuk saya, km, dll )
kemungkinan melakukan kesalahan, dan adalah hal yang baik untuk membentuk
kebaikan, tinggal siapa yang tahu lalu kemudian memulai.
Murid :
iya guru :’)
Guru
tidak datang untuk mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja. Guru selalu
bertanya kepada muridnya apa itu dewasa? Apa itu kewajiban? Apa itu masa depan?
Guru,
muridmu mau belajar banyak. Mohon bimbingannya. Tapi seperti judul lagunya
kotak “ pelan-pelan saja “ ..hehe
Terimakasih
guru :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar