Halo
guys. Hehe
Aku
kembali.
Kali
ini mau cerita tentang petualangan part II di malino (.) Yap, kota itu lagi. Hehe
Jadi
seperti yang dijanjikan pinus waktu itu bahwa dia akan mengajak aku ke suatu
tempat yang tidak pernah aku kunjungi dan tentunya akan menjadi perjalanan yang
begitu mengesankan.
Pilihannya
ada dua, pilih pulau atau lembah??
Bingung,
sulit untuk memilih. Tapi tidak memilih itu juga sebuah pilihan. Nah loh?! –,)
Nah
jadilah 28 Februari 2013, sebuah petualangan baru dimulai. Benar-benar baru. For
the first time, aku berjalan sejauh ini, mendaki gunung lewati lembah.hehe Hey
hey. Aku Selvi Apriani Rama, putri pertama dari pasangan 2 sejoli berhasil
menaklukkan malam tanpa bintang di sebuah hutan yang gelap. Bersama dengan
Pinus sebagai pemimpin jalan, Anggrek Hutan asisten pemimpin, Enal penengah dan satu
lagi pahlawan petang dan gelap di malam yang kelam “ Aulia Fachrezi “ .. haha
lebay beudh eaa
Kami
berlima adalah anak-anak yang jiwanya sedikit berani dan sok tahunya tinggi. Kenapa
begitu? Kami berjalan masuk hutan ketika jam sudah menunjukkan setengah lima
sore. Melewati pergantian sore ke malam di sebuah hutan yang kami sendiri belum
pernah datangi sebelumnya. Kami berjalan bermodalkan sebuah lampu senter di
kepala ( aku lupa namanya. Mungkin bendanya agak sedikit kikir *eh haha ) , bermodalkan
keberanian dan kesotta-sotta’an, hanya mengikuti petunjuk tali-tali yang tidak
tahu benar tidaknya karna saking banyaknya. Huh
Bismillah.
*memasuki hutan*
Huh
huh aku yang ngos-ngosan. Aku yang jalannya paling lambat dan paling banyak
istirahatnya. Tapi Alhamdulillah Allah menurunkan 1 makhluk yang biasanya
menjengkelkan berubah menjadi makhluk Allah yang berhati malaikat. Dia dengan
sabarnya berjalan di belakangku, menunggu sampai aku kuat untuk jalan lagi dan kebaikannya
yang tidak akan terlupakan adalah dia membawa semua barang bawaanku, tas yang
bagiku beratnya tidak terhingga dan beberapa botol air Aqua. “ sini tasnya,
sama airnya. Biar saya yg bawa. Kamu jalan saja ” begitu katanya.. tiba-tiba
wajahnya bertambah ganteng 10 kali lipat dari biasanya ( ini contoh ucapan
terimakasih) heheh *justkid
Dan
ketika malam telah tiba.. di tengah-tengah perjalanan rasanya ingin pulang,
sangat ingin menangis. Ingat orang tua, rindu rumah. Tapi melihat perjuangan
dan semangat teman-teman untuk sampai ke tempat tujuan cukup besar, aku jadi mengurungkan niat untuk merengek minta pulang.
Setelah
berjam-jam berjalan kami memutuskan untuk mendirikan tenda setelah melewati 4
sungai besar. Seperti yang seharusnya, anak kecil hanya tinggal duduk, menunggu
semuanya beres. Dia tidak diizinkan untuk menyentuh barang-barang berat, apalagi
memindahkannya dari satu tempat ke tempat lain. Hihi dan setelah semuanya
selesai, anak kecil disuruh untuk cuci kaki, masuk dalam tenda, istirahat dan
menunggu makanan siap untuk disantap. Eits belum cukup sampai di situ, makanan
anak kecil dipisahkan di piring lain. Minumnya beda. Haha tidurnya juga yang
paling nyaman. Terimakasih kepada Anggrek Hutan yang sudah menyiapkan semua
ini. hmm .. Ternyata diam-diam ada yang
iri ( ceritanya, nama orangnya disensor ) :P
Ketika
pagi menjelang, Anggrek hutan sudah tidak di sampingku lagi. Hoaaam masih
mengantuk, semalam abis main kartu dan ehm menjadi pemenang tentunya cukup menguras
tenaga, jadi tidurku yang paling lama. Tiba-tiba ada teriakan, suara aneh itu
memanggil namaku karna separuh akuu *eh kok jadi nyanyi~ lanjut.. tidak, itu
bukan suara binatang buas. Itu suara dari tenda sebelah. “ Selvy, selvy,
banguuun. Banguuuuuuuuun. Ayo banguuuun. Gantian dong tidurnya !! “ teriakan ke
dua “ heh ambilkan dulu ini, itu, nah itu, bukan, itu, ya lempar .“ aku yang
baru sadar nurut-nurut saja. Hmm “hey kamu sudah makankah?” dia : “ iya sudah
dong” me : masakkan pale juga! Dia : edd masakko sendiri!! Me : katanya td
malam mau masakkanka. Dia : iya itu semalam waktu indomu (panggilan bwt si
anggrek) ada, sekarang kamu bangun, membersihkan dan kalau mau makan, silahkan
masak sendiri!! Jawabnya dengan suara yg agak tinggi dari biasanya. Dalam hati “ternyata
masanya berhati malaikat tidak sampai 24 jam, dia telah menjelma menjadi
sosoknya kembali” huh indo kemanakah kamu? Anakmu ini dianiaya.
Tapi
itu tidak penting, yang penting aku di tempat ini menghirup udara yang sangat
segar. Udara yang belum pernah aku hirup sebelumnya. Di tempat ini ada banyak
sekali renungan yang tercipta, bagaimana kita hidup hanya dengan apa yang ada,
bagaimana kita mensyukuri nikmat Allah, bagaimana kita bisa merasakan hidup di
alam, bebas dan lepas ( dalam arti positif )..
Tidak
mudah menggambarkan bagaimana indahnya petualangan kali ini, tapi rasanya
begitu luar biasa, begitu berkesan dan sangat menyenangkan. Hanya kami berlima
dan Yang Maha Tahu, yang mengerti bagaimana perasaan kami di waktu itu.
Terimakasih
kepada Pohon Pinus yang selalu bisa membuat petualangan menjadi seru, Anggrek
Hutan yang selalu bisa menyiapkan segala sesuatunya, Enal yang menjadi
penengah, pelebur dan pe-apalagi ya? Hehe dan makhluk jadi-jadian yang tidak
ada kembarannya. Kalian Hebat. Liburan kali ini sangat menyenangkan dan takkan
terlupakan. Bahkan setelah kita berkeluarga nanti, cerita ini masih tetap sama indahnya. Seperti kata pinus,
yang katanya akan menceritakan petualangan ini kepada istrinya, kecuali kalau
*maaf kali ini benar-benar disensor* …. Hehe
nah di bawah ini ada foto-foto kami. tidak semuanya tapi yang mewakili sajalah.. :D
Kata cemara dalam biodata tentang dirinya, dia menuliskan bahwa salah satu prestasi yang membanggakan dalam hidupnya adalah cerita ini. dan HAHAHA tawa-tawapun menggema.
bikin sakit perut??
BalasHapussaya ketawa sambil menangis.
kamu lagi tidur sekarang. di kamar. saya di luar. pura-puranya mau menonton padahal mau baca cerita yang katanya bikin Sang Guru sakit perut.
kita selamanya. XOXO