Selasa, 07 Mei 2013

Petualangan Part II



Halo guys. Hehe
Aku kembali.
Kali ini mau cerita tentang petualangan part II di malino (.) Yap, kota itu lagi. Hehe 

Jadi seperti yang dijanjikan pinus waktu itu bahwa dia akan mengajak aku ke suatu tempat yang tidak pernah aku kunjungi dan tentunya akan menjadi perjalanan yang begitu mengesankan.
Pilihannya ada dua, pilih pulau atau lembah??
Bingung, sulit untuk memilih. Tapi tidak memilih itu juga sebuah pilihan. Nah loh?! –,)
Nah jadilah 28 Februari 2013, sebuah petualangan baru dimulai. Benar-benar baru. For the first time, aku berjalan sejauh ini, mendaki gunung lewati lembah.hehe Hey hey. Aku Selvi Apriani Rama, putri pertama dari pasangan 2 sejoli berhasil menaklukkan malam tanpa bintang di sebuah hutan yang gelap. Bersama dengan Pinus sebagai pemimpin jalan, Anggrek Hutan asisten pemimpin, Enal penengah dan satu lagi pahlawan petang dan gelap di malam yang kelam “ Aulia Fachrezi “ .. haha lebay beudh eaa
Kami berlima adalah anak-anak yang jiwanya sedikit berani dan sok tahunya tinggi. Kenapa begitu? Kami berjalan masuk hutan ketika jam sudah menunjukkan setengah lima sore. Melewati pergantian sore ke malam di sebuah hutan yang kami sendiri belum pernah datangi sebelumnya. Kami berjalan bermodalkan sebuah lampu senter di kepala ( aku lupa namanya. Mungkin bendanya agak sedikit kikir *eh haha ) , bermodalkan keberanian dan kesotta-sotta’an, hanya mengikuti petunjuk tali-tali yang tidak tahu benar tidaknya karna saking banyaknya. Huh
Bismillah. *memasuki hutan*
Huh huh aku yang ngos-ngosan. Aku yang jalannya paling lambat dan paling banyak istirahatnya. Tapi Alhamdulillah Allah menurunkan 1 makhluk yang biasanya menjengkelkan berubah menjadi makhluk Allah yang berhati malaikat. Dia dengan sabarnya berjalan di belakangku, menunggu sampai aku kuat untuk jalan lagi dan kebaikannya yang tidak akan terlupakan adalah dia membawa semua barang bawaanku, tas yang bagiku beratnya tidak terhingga dan beberapa botol air Aqua. “ sini tasnya, sama airnya. Biar saya yg bawa. Kamu jalan saja ” begitu katanya.. tiba-tiba wajahnya bertambah ganteng 10 kali lipat dari biasanya ( ini contoh ucapan terimakasih) heheh *justkid
Dan ketika malam telah tiba.. di tengah-tengah perjalanan rasanya ingin pulang, sangat ingin menangis. Ingat orang tua, rindu rumah. Tapi melihat perjuangan dan semangat teman-teman untuk sampai ke tempat tujuan cukup besar, aku jadi  mengurungkan niat untuk merengek minta pulang.
Setelah berjam-jam berjalan kami memutuskan untuk mendirikan tenda setelah melewati 4 sungai besar. Seperti yang seharusnya, anak kecil hanya tinggal duduk, menunggu semuanya beres. Dia tidak diizinkan untuk menyentuh barang-barang berat, apalagi memindahkannya dari satu tempat ke tempat lain. Hihi dan setelah semuanya selesai, anak kecil disuruh untuk cuci kaki, masuk dalam tenda, istirahat dan menunggu makanan siap untuk disantap. Eits belum cukup sampai di situ, makanan anak kecil dipisahkan di piring lain. Minumnya beda. Haha tidurnya juga yang paling nyaman. Terimakasih kepada Anggrek Hutan yang sudah menyiapkan semua ini. hmm  .. Ternyata diam-diam ada yang iri ( ceritanya, nama orangnya disensor ) :P
Ketika pagi menjelang, Anggrek hutan sudah tidak di sampingku lagi. Hoaaam masih mengantuk, semalam abis main kartu dan ehm menjadi pemenang tentunya cukup menguras tenaga, jadi tidurku yang paling lama. Tiba-tiba ada teriakan, suara aneh itu memanggil namaku karna separuh akuu *eh kok jadi nyanyi~ lanjut.. tidak, itu bukan suara binatang buas. Itu suara dari tenda sebelah. “ Selvy, selvy, banguuun. Banguuuuuuuuun. Ayo banguuuun. Gantian dong tidurnya !! “ teriakan ke dua “ heh ambilkan dulu ini, itu, nah itu, bukan, itu, ya lempar .“ aku yang baru sadar nurut-nurut saja. Hmm “hey kamu sudah makankah?” dia : “ iya sudah dong” me : masakkan pale juga! Dia : edd masakko sendiri!! Me : katanya td malam mau masakkanka. Dia : iya itu semalam waktu indomu (panggilan bwt si anggrek) ada, sekarang kamu bangun, membersihkan dan kalau mau makan, silahkan masak sendiri!! Jawabnya dengan suara yg agak tinggi dari biasanya. Dalam hati “ternyata masanya berhati malaikat tidak sampai 24 jam, dia telah menjelma menjadi sosoknya kembali” huh indo kemanakah kamu? Anakmu ini dianiaya.
Tapi itu tidak penting, yang penting aku di tempat ini menghirup udara yang sangat segar. Udara yang belum pernah aku hirup sebelumnya. Di tempat ini ada banyak sekali renungan yang tercipta, bagaimana kita hidup hanya dengan apa yang ada, bagaimana kita mensyukuri nikmat Allah, bagaimana kita bisa merasakan hidup di alam, bebas dan lepas ( dalam arti positif )..
Tidak mudah menggambarkan bagaimana indahnya petualangan kali ini, tapi rasanya begitu luar biasa, begitu berkesan dan sangat menyenangkan. Hanya kami berlima dan Yang Maha Tahu, yang mengerti bagaimana perasaan kami di waktu itu.
Terimakasih kepada Pohon Pinus yang selalu bisa membuat petualangan menjadi seru, Anggrek Hutan yang selalu bisa menyiapkan segala sesuatunya, Enal yang menjadi penengah, pelebur dan pe-apalagi ya? Hehe dan makhluk jadi-jadian yang tidak ada kembarannya. Kalian Hebat. Liburan kali ini sangat menyenangkan dan takkan terlupakan. Bahkan setelah kita berkeluarga nanti, cerita ini  masih tetap sama indahnya. Seperti kata pinus, yang katanya akan menceritakan petualangan ini kepada istrinya, kecuali kalau *maaf kali ini benar-benar disensor* ….  Hehe
nah di bawah ini ada foto-foto kami. tidak semuanya tapi yang mewakili sajalah.. :D






 








 






 














      













Kata cemara dalam biodata tentang dirinya, dia menuliskan bahwa salah satu prestasi yang membanggakan dalam hidupnya adalah cerita ini. dan HAHAHA tawa-tawapun menggema.

1 komentar:

  1. bikin sakit perut??
    saya ketawa sambil menangis.
    kamu lagi tidur sekarang. di kamar. saya di luar. pura-puranya mau menonton padahal mau baca cerita yang katanya bikin Sang Guru sakit perut.

    kita selamanya. XOXO

    BalasHapus