Selasa, 01 Oktober 2013

Fitrah Perempuan




“ Ma, kalo misalnya nanti aku punya suami yang tidak suka makan ikan, jadi aku harus masak apa? masa tempe/tahu sama kerupuk setiap hari? “
“ nah, itu pintar-pintarnya kamu kerja di dapur. ”
Yah mama, bukannya memberi solusi malah memaksa pikiranku untuk melahirkan solusi sendiri. -____-
Ini bukan lebay, atau sejenisnya. Mungkin ada dari kalian yang membaca tulisan ini malah berpikir bahwa “ edd jauhnya pikirannya. “ ini bukan masalah jauhnya pikiran atau apa. menurutku, kita akan sampai pada titik itu, apalagi di umur yang sekarang ( menginjak kepala 2 ) aku pikir bukan waktunya lagi untuk bermain-main atau hanya sekedar pacaran kemudian putus, balikan, putus lagi dan balikan lagi sampai dunia berubah zaman. Suatu saat, kita akan menjadi seorang istri, menjadi ibu. Kita harus pintar-pintarnya masak yang enak buat suami, membuat sarapan untuk anak-anak dan lain-lain. Pokoknya gimana caranya bisa membuat suami betah di rumah dan menghabiskan waktu bersama kita. Kita akan sampai pada titik “ aduh, masak apalagi ya hari ini?” ( aku menulis ini sambil senyum-senyum loh, agak geli sih ) hehe.
Belakangan ini, aku malah jadi sering kepikiran gimana nanti kalau aku sudah besar ( besar dalam artian sudah dewasa dan punya masa depan ) sampai sekarang aku masih saja menyebut diriku ini anak kecil. Iya anak kecil yang belum tahu banyak tentang memasak, tentang pahit manisnya kehidupan, anak kecil yang masih selalu rindu tidur dipelukan mama, dipeluk bapak, dan tentunya anak kecil yang masih makan dari hasil keringat orang tua. Tapi anak kecil ini kemudian di hantui pikiran “ gimana nanti? “ jika aku terbangun dan tidurku tidak sendiri lagi, “ gimana nanti? “ jika aku rindu untuk pulang ke rumah tapi di sisi lain harus menunggunya pulang usai bekerja serta “ gimana nantinya yang lain.
Aku memang masih kecil, tetapi anak kecil ini sudah ada pikiran dan mau belajar banyak. Aku perempuan, dan akan menjadi seorang istri + ibu jika sudah tiba waktunya. Aku harus belajar dari sekarang dan mempersiapkan diri. Siapa yang tahu jodoh akan datang?
Dan aku akan merasa sempurna ketika menjadi seorang perempuan. Menjadi istri dan ibu yang baik untuk masa depanku. Iya, karna semua itu adalah fitrah bagi perempuan. Aamiin :)
       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar