“
Ma, kalo misalnya nanti aku punya suami yang tidak suka makan ikan, jadi aku
harus masak apa? masa tempe/tahu sama kerupuk setiap hari? “
“
nah, itu pintar-pintarnya kamu kerja di dapur. ”
Yah
mama, bukannya memberi solusi malah memaksa pikiranku untuk melahirkan solusi
sendiri. -____-
Ini
bukan lebay, atau sejenisnya. Mungkin ada dari kalian yang membaca tulisan ini
malah berpikir bahwa “ edd jauhnya pikirannya. “ ini bukan masalah jauhnya
pikiran atau apa. menurutku, kita akan sampai pada titik itu, apalagi di umur
yang sekarang ( menginjak kepala 2 ) aku pikir bukan waktunya lagi untuk
bermain-main atau hanya sekedar pacaran kemudian putus, balikan, putus lagi dan
balikan lagi sampai dunia berubah zaman. Suatu saat, kita akan menjadi seorang
istri, menjadi ibu. Kita harus pintar-pintarnya masak yang enak buat suami,
membuat sarapan untuk anak-anak dan lain-lain. Pokoknya gimana caranya bisa
membuat suami betah di rumah dan menghabiskan waktu bersama kita. Kita akan
sampai pada titik “ aduh, masak apalagi ya hari ini?” ( aku menulis ini sambil
senyum-senyum loh, agak geli sih ) hehe.
Belakangan
ini, aku malah jadi sering kepikiran gimana nanti kalau aku sudah besar ( besar
dalam artian sudah dewasa dan punya masa depan ) sampai sekarang aku masih saja
menyebut diriku ini anak kecil. Iya anak kecil yang belum tahu banyak tentang
memasak, tentang pahit manisnya kehidupan, anak kecil yang masih selalu rindu tidur
dipelukan mama, dipeluk bapak, dan tentunya anak kecil yang masih makan dari
hasil keringat orang tua. Tapi anak kecil ini kemudian di hantui pikiran “ gimana
nanti? “ jika aku terbangun dan tidurku tidak sendiri lagi, “ gimana nanti? “
jika aku rindu untuk pulang ke rumah tapi di sisi lain harus menunggunya pulang
usai bekerja serta “ gimana nantinya yang lain.
Aku
memang masih kecil, tetapi anak kecil ini sudah ada pikiran dan mau belajar
banyak. Aku perempuan, dan akan menjadi seorang istri + ibu jika sudah tiba
waktunya. Aku harus belajar dari sekarang dan mempersiapkan diri. Siapa yang
tahu jodoh akan datang?
Dan
aku akan merasa sempurna ketika menjadi seorang perempuan. Menjadi istri dan
ibu yang baik untuk masa depanku. Iya, karna semua itu adalah fitrah bagi perempuan.
Aamiin :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar