Hari
ini rasanya complicated. Dimulai dari bangun pagi yang telat, buru-buru ke
kampus cuma buat tahu pada akhirnya dosennya tidak masuk. Disusul oleh mid yang
berantakan, cuma bisa tulis ulang soalnya dan melahirkan mood yang sangat
hancur, seperti sebuah makanan yang kalo dimakan rasanya basi, langsung mau
muntah. Uwek.
Berhubung
karna itu, aku dan teman-teman tentunya tidak akan berlehai-lehai lagi tinggal
di kampus. Kami langsung memutuskan untuk merebahkan badan di kosan esse, dan
berharap ketiduran hingga mata kuliah ke 3 berakhir. Sampai akhirnya, kami
benar-benar ketiduran bahkan hingga mata kuliah ke 4 sedang berlangsung. Kami
pun segera bersiap-siap ke kampus untuk mengejar mata kuliah terakhir, dan
hfttfh sampai juga di kampus. Kami masuk dan assalamu’alaikum kak. Kami sudah
duduk cantik di kelas meski belum diabsen.
Sore
ini aku ada janji bertemu senior untuk membicarakan sesuatu, aku memutuskan
menunggunya di lantai bawah fakultas. Masih sementara menunggu, tiba-tiba
handphoneku bunyi, menandakan ada sebuah pesan yang masuk. “ tidak jadi,
terimakasih atas waktunya.” Aku hampir saja menelan siomayku tanpa dikunyah.
Kenapa? tapi dia tetap saja tidak menghiraukan pertanyaanku. Aku memutar otak,
berusaha untuk memikirkan kenapa dia sampai membatalkan pertemuan ini. “ Aku
tetap akan menunggu. | tapi aku tetap tidak akan memberitahumu | tapi kenapa? |
… Dia tetap saja membisu untuk pertanyaan “ kenapa”. Okesip, aku memang belum
lama kenal, belum tahu banyak, tapi sepertinya aku bisa menebak “ kenapanya”
dibalik semua ini. Ah sudahlah, kalau memang itu alasannya.
Kecewa
tidak berakhir sampai di situ saja. Tadinya aku minta dijemput sama teman lama.
Aku menunggunya di fakultas pertanian
bersama Racun. Meskipun senja ini kami tidak lengkap 10 orang tapi
kehebohan kami tetap tidak terbatas, kami tetap dengan keriangan kami, kegilaan
kami dan ke-ke-ke-an kami yang akjsudgygjrk banget. Sejak pisah kelas, kami
jarang berkumpul dan seperti ini, tapi sekali seperti ini rasanya bisa
mengobati dan membayar kerinduan kami yang sempat habis dimakan waktu. Sampai
akhirnya ada new message di blackberry aku, ya seseorang yang mengatakan bahwa
dia tidak jadi jemput. Aku baik-baik saja (sebenarnya) sebelum dia bilang “
iya, tunggumi “ dan gila saja dia buat aku menunggu sampai malam kayak gini, terus
seenaknya bilang maaf karna gak jadi. Oh Racun aku diPHP-in ini. --,) | nda
jadi dijemput? | iya :’( | udah gak usah dimaafin, jangan sms dia lagi! | Kalo
aku yang rindu, gimana? Dan HAAHAHA, tawa bergeming di tengah malam yang baru
saja disinari cahaya bulan.
Hari
ini ada banyak sekali hal yang menjadi faktor kenapa aku diam begini seperti
sedang memikirkan semua hal dan tidak menyisihkannya sedikitpun untuk ku bagi
dengan orang lain, bahkan dengan orang terdekatku sendiri. Aku tahu, aku banyak
merindukan orang yang dulunya selalu ada tapi seketika itu juga aku tersadar
bahwa cerita indah tidak akan pernah sama. Ada yang datang, ada yang pergi dan
ada yang tetap tinggal. Pada akhirnya, kita tahu siapa orangnya, dan Racun telah
membuktikan itu. Aku masih punya Racun, aku punya sahabat-sahabat dari sekolah
dulu, aku punya keluarga yang penuh dengan cinta dan kasih sayang. Aku punya
mereka yang jauh lebih besar berartinya dibanding masalah-masalah yang datang
memberi ujian. Aku tahu aku tidak pernah sendiri, tapi malam ini biarkan aku
sendiri menikmati semuanya dengan sebotol Good day Fantastic Mocacinno, jangan
temani aku, karna good daynya hanya ada satu haha :P
Tidak ada komentar:
Posting Komentar