Sabtu, 05 Oktober 2013

Mirror



Cermin merupakan suatu benda yang sangat halus dan mampu memantulkan cahaya. 

Ada tidak orang yang semasa hidupnya tidak pernah bercermin? Kita pasti butuh cermin, ntah itu hanya untuk memastikan apakah penampilan kita sudah terlihat menarik? Ataukah make up kita sudah merata? Atau hanya sekedar untuk membenarkan posisi jilbab atau rambut kita yang lagi berantakan. Setiap kita, pasti kadang-kadang butuh cermin. Apalagi perempuan, kayaknya tidak bisa pisah sama benda yang satu ini. Ke mana-mana, di mana-mana pasti bercermin. Bersyukur, aku bukan salah satunya, hihi.

Berbeda dengan pemaparan di atas, pada tulisan kali ini aku bukan mau membahas cermin bagian disitunya, tapi lebih ke “ Ngaca dong! “. Nah kan cermin itu buat berkaca bukan? Melihat bayangan kita sendiri.
Ngaca dong ini diperuntukkan untuk orang yang selalu senang mengkritik orang lain, suka menjudge, selalu merasa dirinya benar dan hobby kepedean. Iya ya iya, masih bagus kalau punya pede daripada tidak sama sekali, tapi kalau berlebihan juga kan jadi tidak enak. Rasanya kurang pas.
Aku suka heran sama orang yang menyuruh orang lain berbuat sesuatu yang mereka sendiri tidak melakukannya, contohnya gini “ mengingatkan gebetannya shalat, padahal dia sendiri yang tidak mendirikan shalat “ atau “orang yang teoritis tapi no aplikasi dalam hidup” . kadang aku malu sendiri kalo misalnya ada teman yang seolah-olah dia di jalan yang benar terus menyuruh orang lain berbuat yang sama, padahal dianya cuma sebatas dalam pikiran saja, tindakannya tidak ada sama sekali. Apa untungnya sih terlihat seperti orang baik padahal dalamnya munafik? Astagfirullah.

Aku pernah dengar kalimat yang bunyi seperti ini “ Ngaca dulu dong, baru ngomong! “ sepakat tuh ama yang itu. Karna jangan sampai kita itu justru malah bilangin diri kita sendiri. Hehe contohnya kecilnya ya aku sendiri, tadinya aku ragu menulis tentang hal ini, takut kemakan omongan sendiri. Rasanya pahit, cobain aja nelan ludah sendiri. Kira-kira rasanya kurang lebih seperti itu. jorok amat ya? Sorry sorry.

Nah, jadi seberapa penting cermin dalam kehidupan kita?
Jawabnya : sangat penting.

Setelah menulis ini, aku juga akan bercermin. Hehe biar tidak sebatas di mulut aja. Kan malu sama tulisan sendiri. Yuuhhuuuuu~


Tidak ada komentar:

Posting Komentar