Detak jam dinding terus berjalan, sudah lewat tengah
malam.. Mataku tetap terjaga, tanpa kantuk, tanpa lelah.. Aku masih terjaga..
menunggu pagi.. ~
Semingggu
sejak kejadian itu, hari terberat berada di lab. Itu .. Sisa perihnya masih
terasa.. Harus sampai kapan Tuhan?
Sudahi
perih ini, pleasee !! *ala D-MASIV syalalalala~
... Aku
tidak pernah berpikir kamu setega itu teman, haha berniat untuk memikirkannya
juga tidak.. tetapi kenapa?
Ah..
seandainya saja kamu tahu..
Pagi
itu aku berusaha menahan air mataku agar tidak terjatuh, aku berusaha tegar..
aku kuat, aku bisa melewati semuanya..
Melihat
puluhan teman menatapku secara bergantian, melihat beberapa mata menatapku
tajam..
Aku
tetap berdiri, aku bukan membela diri .. aku tidak tahu apa yag terjadi.. aku
baru tahu pagi ini.. Believe me kak, aku tidak mungkin bohong! Aku bukan orang
seperti itu kak!
Sabtu
sore, aku masih ingat semuanya.. aku menulis perbaikan formula depan lab. , aku
menulis bersama sebagian teman kelompok, dan sebagiannya lagi masih kuliah..
Aku
kumpul dengan tugas teman-teman yang lain.. Setelah itu, aku ke kost teman tetapi sebelumnya aku sudah memastikan punyaku
sudah terkumpul bersama yang lain..
Jelang
magrib balik ke kampus, kata teman semua sudah BODIS.. Aku lega ‘alhamdulillah’
, hmm formulaku mana ? Kata teman “ sudah dibawa pulang sama teman “, ‘tapi semua sudah bodis kan?’ tanyaku sekali
lagi untuk memastikan. “ iya, sudah.. Jangan khawatir “ kata teman sekali
lagi..
*pulang*
Senin
pagi..
‘
formulaku mana? ‘
“ selvy
ini “ *sambil nyodorin formula..
Me : ‘
HAH? ‘ – formulaku belum bodis * disambar petir *
Ini
kenapa belum bodis? Sabtu kemarin aku kumpul, kenapa belum bodis? Kenapa?
.........syalalalalala~
Dengan
demikian asisten mempersilahkan dengan hormat untuk aku istirahat lebih dulu
dari teman-temanku ( = BATAL ! ) .. Pintu terbuka lebar. Syalalala~
Tidak..
Aku tetap dengan posisi yang sama.. Sama seperti waktu aku angkat bicara ! Aku
merasa tidak pantas keluar dari lab. Meskipun sebenarnya harusnya sudah keluar,
kan tidak BODIS.. tetapi ini bukan salahku kak, aku tidak tahu apa-apa.. L
Maafkan
aku kak, aku keras kepala. Tapi sungguh aku hanya ingin tetap di sini..
mengikuti jalannya diskusi, meskipun sebenarnya formulaku sudah menghampiri
BATAL..
Singkat
cerita diskusi selesai. Selama diskusi , aku hanya terdiam seribu bahasa..
tersenyumpun enggan, semangatku hilang, sebagian tulangku menghilang.. Bagaimana
mungkin semua ini bisa terjadi? *astagfirullah, elus2 dada..
Tetapi
aku tidak berhenti sampai disitu.. ditemani dua orang teman, yang kemudian
disusul menjadi 4 orang, aku memperjuangkan formulaku.. menghadap, menceritakan
kejadian yang sebenarnya.. berulang kali, berjam-jam.. tralalala trililiilii~
Apa
daya tangan tak sampai *eh hmm
asistennya sudah membeku, tidak mencair. Bersih keras untuk tidak memberikan
Bodis :(
Ayoooo
selvyy !! kamu kuat kamu kuat !! Jangan nangis !! Jangan nyerah !! *seruku
dalam hati..
“ kak,
aku benar-benar tidak tahu, map ini ada ditanganku tadi pagi, kemarin kata
teman sudah bodis.. bla bla bli bli bli~ “
*tetap
dengan respon yang sama..
Jeda 5
menit, jeda 10 menit.. dicoba lagi.. bicara lagi, cuap-cuap lagii..
*tetap
tidak bisa..*
ARGH :(
Satu-satunya
jalan menghadap koordinator lab.
menceritakan semuanya, meminta solusi..
Tidak!
Asistennya saja tidak mau, apalagi koordinator!
“
Dicoba dulu, usaha dulu! Menghadap tidak menghadap, konsekuensinya tetap batal,
bukan? “
“ usaha
dulu!! “
*plak*
terbangun..
Oke!
Menghadap koordinator..
“ Ya
Allah, tolong aku! Kuatkan aku! Bantu aku berbicara menceritakan semuanya,
apapun keputusannya nantinya, beri aku kekuatan untuk menerima, amiin ..”
Bismillah..
Assalamu’alaikum
kak.
Pertama-tama,
mari kita mengucapkan rasa syukur
karena telah dipertemukan dalam situasi seperti ini *ehh ( hihi aku sempat tertawa
pas nulis bagian ini , alhamdulillah masih bisa tertawa )..
Kak,
saya mau cerita..
Bla bla
blaa..
*tatap-tatapan*
“ beri
aku waktu, berdo’a saja biar aku dapat ilham yang baik”
Ujung-ujung
digantungin.. “ antara fix batal dan tidak ”
Setelah
seharian , argh air mata membasahi pipiku.. akhirnya hujan turun..
Senin pagi yang
berat..
Hari itu sangat
lelah..
Lelah berpikir...
Harus bagaimana?
Akan seperti apa?
Senin pagi yang
berat,
Senin pagi yang
lelah..
Hari itu sangat berat,
Lelah berjuang.............
Besoknya
menghadap lagi “ kak , bagaimana? “
“ aku
belum dapat ilham “
Huft
:’( langit kembali mendung..
Besoknyaa
lagii, besoknya lagi, besoknya lagii, lagi dan lagi. masih dengan keputusan
yang sama,..
Sampai
dengan pengumpulan hadis formula berikutnya, masih seperti itu..
Dan
aku, formulaku tidak dilab. Itu . punyaku tidak terkumpul.. karena memang tidak
akan diterima, sudah tidak bisa .. :’(
...........................................................................................................................................
“
Sebenarnya sudah sangat jelas kalau formula itu sama halnya dengan kenangan..
hanya ada jasad tetapi sudah tidak bernyawa.. Sebenarnya aku hanya
memperjuangkan apa yang sudah tidak pantas aku perjuangkan. Nasibnya sudah
jelas.. Cuma akunya saja yang belum bisa menerima.. semua sudah terjadi.. aku
menunggu kejelasan apalagi dari mereka? “
Yang
aku butuhkan saat ini adalah kesabaran untuk menerima,
Kekuatan
untuk menjalani,
Dan
keikhlasan untuk melepaskan..
Tangan
Tuhan tidak akan salah..
Perjuangan
tidak akan sampai di sini, teman..
Aku
masih harus berjuang untuk ke depannya..
Biarkan
tangan Tuhan yang bekerja..
Terimakasih
untuk pelajaran yang tidak mungkin ku lupakan..
“ kadang-kadang
kita harus menerima konsekuensi dari perbuatan yg tidak pernah kita lakukan,
mungkin dari situ kita bisa belajar arti keikhlasan… “ - @SelvyOn7
Tidak ada komentar:
Posting Komentar