Sabtu, 03 November 2012

Belajar Ikhlas :)



Detak  jam dinding terus berjalan, sudah lewat tengah malam.. Mataku tetap terjaga, tanpa kantuk, tanpa lelah.. Aku masih terjaga.. menunggu pagi.. ~
Semingggu sejak kejadian itu, hari terberat berada di lab. Itu .. Sisa perihnya masih terasa.. Harus sampai kapan Tuhan?
Sudahi perih ini, pleasee !! *ala D-MASIV syalalalala~
... Aku tidak pernah berpikir kamu setega itu teman, haha berniat untuk memikirkannya juga tidak.. tetapi kenapa?
Ah.. seandainya saja kamu tahu..
Pagi itu aku berusaha menahan air mataku agar tidak terjatuh, aku berusaha tegar.. aku kuat, aku bisa melewati semuanya..
Melihat puluhan teman menatapku secara bergantian, melihat beberapa mata menatapku tajam..
Aku tetap berdiri, aku bukan membela diri .. aku tidak tahu apa yag terjadi.. aku baru tahu pagi ini.. Believe me kak, aku tidak mungkin bohong! Aku bukan orang seperti itu kak!
Sabtu sore, aku masih ingat semuanya.. aku menulis perbaikan formula depan lab. , aku menulis bersama sebagian teman kelompok, dan sebagiannya lagi masih kuliah..
Aku kumpul dengan tugas teman-teman yang lain.. Setelah itu, aku ke kost teman  tetapi sebelumnya aku sudah memastikan punyaku sudah terkumpul bersama yang lain..
Jelang magrib balik ke kampus, kata teman semua sudah BODIS.. Aku lega ‘alhamdulillah’ , hmm formulaku mana ? Kata teman “ sudah dibawa pulang sama teman “,  ‘tapi semua sudah bodis kan?’ tanyaku sekali lagi untuk memastikan. “ iya, sudah.. Jangan khawatir “ kata teman sekali lagi..
*pulang*
Senin pagi..
‘ formulaku mana? ‘
“ selvy ini “ *sambil nyodorin formula..
Me : ‘ HAH? ‘ – formulaku belum bodis * disambar petir *
Ini kenapa belum bodis? Sabtu kemarin aku kumpul, kenapa belum bodis? Kenapa?
.........syalalalalala~
Dengan demikian asisten mempersilahkan dengan hormat untuk aku istirahat lebih dulu dari teman-temanku ( = BATAL ! ) .. Pintu terbuka lebar. Syalalala~
Tidak.. Aku tetap dengan posisi yang sama.. Sama seperti waktu aku angkat bicara ! Aku merasa tidak pantas keluar dari lab. Meskipun sebenarnya harusnya sudah keluar, kan tidak BODIS.. tetapi ini bukan salahku kak, aku tidak tahu apa-apa.. L
Maafkan aku kak, aku keras kepala. Tapi sungguh aku hanya ingin tetap di sini.. mengikuti jalannya diskusi, meskipun sebenarnya formulaku sudah menghampiri BATAL..
Singkat cerita diskusi selesai. Selama diskusi , aku hanya terdiam seribu bahasa.. tersenyumpun enggan, semangatku hilang, sebagian tulangku menghilang.. Bagaimana mungkin semua ini bisa terjadi? *astagfirullah, elus2 dada..
Tetapi aku tidak berhenti sampai disitu.. ditemani dua orang teman, yang kemudian disusul menjadi 4 orang, aku memperjuangkan formulaku.. menghadap, menceritakan kejadian yang sebenarnya.. berulang kali, berjam-jam.. tralalala trililiilii~
Apa daya tangan tak sampai *eh  hmm asistennya sudah membeku, tidak mencair. Bersih keras untuk tidak memberikan Bodis :(
Ayoooo selvyy !! kamu kuat kamu kuat !! Jangan nangis !! Jangan nyerah !! *seruku dalam hati..
“ kak, aku benar-benar tidak tahu, map ini ada ditanganku tadi pagi, kemarin kata teman sudah bodis.. bla bla bli bli bli~ “
*tetap dengan respon yang sama..
Jeda 5 menit, jeda 10 menit.. dicoba lagi.. bicara lagi, cuap-cuap lagii..
*tetap tidak bisa..*
ARGH :(
Satu-satunya jalan menghadap koordinator lab. menceritakan semuanya, meminta solusi..
Tidak! Asistennya saja tidak mau, apalagi koordinator!
“ Dicoba dulu, usaha dulu! Menghadap tidak menghadap, konsekuensinya tetap batal, bukan? “
“ usaha dulu!! “
*plak* terbangun..
Oke! Menghadap koordinator..
“ Ya Allah, tolong aku! Kuatkan aku! Bantu aku berbicara menceritakan semuanya, apapun keputusannya nantinya, beri aku kekuatan untuk menerima,  amiin ..”
Bismillah..
Assalamu’alaikum kak.
Pertama-tama, mari kita mengucapkan rasa syukur karena telah dipertemukan dalam situasi seperti ini *ehh ( hihi aku sempat tertawa pas nulis bagian ini , alhamdulillah masih bisa tertawa )..
Kak, saya mau cerita..
Bla bla blaa..
*tatap-tatapan*
“ beri aku waktu, berdo’a saja biar aku dapat ilham yang baik”
Ujung-ujung digantungin.. “ antara fix batal dan tidak ”
Setelah seharian , argh air mata membasahi pipiku.. akhirnya hujan turun..
Senin pagi yang berat..
Hari itu sangat lelah..
Lelah berpikir...
Harus bagaimana?
Akan seperti apa?
Senin pagi yang berat,
Senin pagi yang lelah..
Hari itu sangat berat,
Lelah berjuang.............
Besoknya menghadap lagi “ kak , bagaimana? “
“ aku belum dapat ilham “
Huft :’( langit kembali mendung..
Besoknyaa lagii, besoknya lagi, besoknya lagii, lagi dan lagi. masih dengan keputusan yang sama,..
Sampai dengan pengumpulan hadis formula berikutnya, masih seperti itu..
Dan aku, formulaku tidak dilab. Itu . punyaku tidak terkumpul.. karena memang tidak akan diterima, sudah tidak bisa .. :’(
...........................................................................................................................................
“ Sebenarnya sudah sangat jelas kalau formula itu sama halnya dengan kenangan.. hanya ada jasad tetapi sudah tidak bernyawa.. Sebenarnya aku hanya memperjuangkan apa yang sudah tidak pantas aku perjuangkan. Nasibnya sudah jelas.. Cuma akunya saja yang belum bisa menerima.. semua sudah terjadi.. aku menunggu kejelasan apalagi dari mereka? “
Yang aku butuhkan saat ini adalah kesabaran untuk menerima,
Kekuatan untuk menjalani,
Dan keikhlasan untuk melepaskan..
Tangan Tuhan tidak akan salah..
Perjuangan tidak akan sampai di sini, teman..
Aku masih harus berjuang untuk ke depannya..
Biarkan tangan Tuhan yang bekerja..
Terimakasih untuk pelajaran yang tidak mungkin ku lupakan..
 “ kadang-kadang kita harus menerima konsekuensi dari perbuatan yg tidak pernah kita lakukan, mungkin dari situ kita bisa belajar arti keikhlasan… “ - @SelvyOn7

Tidak ada komentar:

Posting Komentar