Sore
itu mendung, sepertinya akan hujan deras.
Aku
memutuskan untuk pulang ke rumah..Meninggalkan teman-teman yang masih sibuk
dengan urusan mereka masing-masing..Sedangkan aku tidak mempunyai kesempatan
yang sama di hari itu.. Ditemani rintik hujan, aku melangkahkan kakiku berjalan
keluar kampus. Sambil bernyanyi-nyanyi kecil aku menumpangi sebuah angkutan
umum yang akan membawaku ke jalan dekat dari kompleks perumahanku..
Di dalam angkot aku bertemu senior yang juga
pulangnya lebih cepat dari biasanya..
“
Lab. Apa kak?” tanyaku mengawali perbincangan..
“ ini habis lab. Mikro, ada lab. Tehno jg tp
batal hehe jd plgnya cepat” jawabnya..
“
Oh hehe, sama kak, kelasku kemarin juga dapat batal “
“
hehe iya dek, masalahnya sama karena literatur, iya kan? “
“
iya kak, tapi kalau formulaku punya masalah tersendiri, waktu itu….
*bersambung*
Aku tidak berminat menceritakan kejadian itu
lagi, menggali cerita yang seharusnya sudah terlupakan.. tetapi nyatanya masih
saja menghantui,.. Oh Tuhan betapa rasa sakit hati sangat dalam menelusuri
benakku..
“Kiri
pak..”
“
duluan yh kak “
“
iya dek, hati-hati “
Perbincangan yang singkat tapi mampu
menghadirkan semua cerita yang sudah terkubur dalam-dalam..Bahkan setelah
sampai di rumah aku masih saja memikirkannya.. aku mencoba mengerjakan apa saja
yang bisa ku kerjakan hanya untuk menghindari pikiran jenuh nan menyebalkan
itu..
Sungguh ironis memang menerima konsekuensi
dari perbuatan yang tidak pernah kita lakukan. Bagaimana mungkin aku bisa
melupakan kejadian itu dalam waktu 2 minggu? Tidak akan semudah itu membuang rasa
sakit yang pernah ada.. Yang nyata hanyalah rasa sakit yang sama saat pertama
kali menerimanya..Tetapi aku sekuat hati untuk menyelamatkan diri dari penyakit
hati. Aku berusaha untuk tidak mendendam kepada oknum yang tidak bertanggung
jawab.. Jauh-jauh hari aku berusaha membuang perasaan marah dan kecewa yang
menyelimuti.. Aku memaafkanmu teman, tetapi aku tidak mau (lagi) punya teman
seperti kamu !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar