Malam itu aku duduk termenung di sudut kamar di samping jendela.. Aku menikmati kesendirian yang kadang lebih menyenangkan daripada keramaian mall.. tetapi kadang-kadang juga lebih menyakitkan menikmati sepi seorang diri.. Rasanya mencekam. Menyisakan perih :(
Ake terus merenung, seperti memikirkan sesuatu tetapi ntah apa itu.. Tiba-tiba pikiranku buyar seketika handphoneku berdering, aku memutuskan tidak menyentuhnya hingga nada deringnya berhenti terdengar.. Nada dengan lagu favorit kami " Hingga Akhir Waktu .." baru kali ini aku seberani dan setega ini untuk tidak merespon panggilannya.. Apa yang telah terjadi pada diriku? apa hatiku sudah ............? maafkan aku :'(
Aku terus dihantui perasaan bersalah.. "Apa aku sudah tidak peka dengan hati yang telah ku jaga selama bertahun-tahun? Apa semudah itu membuatku goyah dengan kehadiran sosok lain yang baru terbilang 1 tahun 2 bulan lamanya?? Apa aku serapuh itu? Ke mana diriku yang dulu? yang tegar berdiri melawan ombak? Ke mana perginya hati yang dulunya mampu menahan godaan sebesar apapun itu..?" Aku terus bertanya, bertanya tanpa henti, bertanya dalam hati.. Tetapi aku tidak menemukan jawabannya.. Yang ada hanya air mata yang mampu mewakili semua jawaban yang tersembunyi, jauh di dasar hatii.. Air mata yang terjatuh, tetes demi setetes seolah menjadi pelengkap rasa sakit yang ku rasakan.. Hingga pertanyaan demi pertanyaan kembali menghantui.. " Apa yang terjadi dengan hatiku? Apa sudah lupa dengan indah yang kita punya? Apa benar separuh hatiku pergi? "
Ah hentikan semua pertanyaan yang menyesakkan itu !! aku benci.. Aku terus menangis, menangis tanpa henti.. Aku berharap hujan turun malam ini agar air mataku melebur bersama air hujan, agar tidak ada yang tahu bahwa aku sedang menangis..
Di tengah isak pedih yang ku rasakan ada titik kenyamanan yang membuatku sedikit lega.. Setidaknya aku sudah menangis dan tangisanku cukup menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang ku ciptakan sendiri hingga akhirnya membuat dadaku sesak.. Aku sulit bernafas. tetapi tangisanku memecahkan semuanya, termasuk misteri dua hati yang telah lama menghantui.. Terkadang menangis itu perlu, setidaknya untuk melepaskan gundah gelisah yang menyelimuti ..
Air mataku mulai kering, sepertinya aku sudah lelah menangis.. Waktu menunjukkan pukul 02:00 dini hari.. Aku membasuh wajahku dengan air wudhu, aku berniat semoga tampak lebih baik dari sebelumnya.. Hatiku dilanda dilema besar, tentang cinta yang mungkin tak lagi sama, tentang cinta yang tiba-tiba datang, tentang rindu yang tak bertepi, tentang tanya tanpa jawab..
Aku duduk di sudut kamar, terdiam membisu.. Ku teguk secangkir moccacino yang sedari tadi belum tersentuh.. Pahit tapi membuat candu.. Seperti itulah cinta, kita tahu rasanya pahit tapi tetap ingin menikmatinya..
" untuk hati yang dilanda dilema besar, untuk hati yang belum memutuskan tentang siapa yang sebenarnya ia tunggu, bersabarlah!! Seiring berjalannya waktu, kamu akan tahu siapa yang lebih pantas :) "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar