Pagi
ini aku bangun dengan perasaan yang sedikit berbeda.. Seperti ada goresan perih
yang masih tersisa dari tadi malam.. Apa yang berbeda pagi ini? Udara pagi
masih segar, langit-langit kamar juga tidak berubah, masih terlihat indah,
tetapi perasaanku sepertinya tidak begitu, malam menyisakan perih di sini, di
hati ini..
Hatiku
kembali hancur, berkeping menyisakan beling.. Sebuah jawaban yang terbaik tidak
selamanya benar, tetapi justru jawaban yang sebenarnya belum tentu yang
terbaik. Aku kembali mengingat apa yang telah terjadi tadi malam. Kami kembali
menghadirkan keributan-keributan kecil yang mampu menciptakan perih. Aku
lelah..
Berada
dalam ketidakpastian seperti ini bukanlah hal yang menyenangkan. Semua jadi
serba salah. Mau marah, kesal dan melampiaskan ke siapa juga rasanya tidak
berhak. Tidak ada alasan untuk menuntut sesuatu. Hanya terpendam dalam hati dan
merasakan sesaknya seorang diri. Itu sangat menyakitkan..
Namun
berlari dari sini juga tidak mampu. Kalau saja boleh memilih aku juga tidak
akan mau berada dalam situasi yang menyesakkan ini. Tidak ada ruang, tidak ada
udara untuk bernafas..
Peristiwa
seperti ini memang bukan yang pertama kalinya. Aku kembali dihadapkan dengan
kondisi yang serupa dari malam-malam sebelumnya. Kesabaran, pengertian,
kesetiaan kembali diuji.. Huft, apa kemarin tidak cukup untuk membuatmu percaya
bahwa aku benar-benar serius??
Beberapa
bulan yang lalu kamu boleh meragukan aku, tapi kali ini percayalah aku punya perasaan
yang sama.. Argh! TIDAK.. Rasanya ada nada getir setiap kali memastikan
perasaanku sendiri.. Apa boleh jujur? :’(
……………………………………………………….
Orang-orang
dekatku pernah bertanya “ apa kamu yakin dengan perasaanmu yang sekarang? Apa
bagimu tidak sayang menyia-nyiakan orang yang selama bertahun-tahun kamu
perjuangkan? ”
Hanya
ada 2 pertanyaan yang selalu muncul, 2 pertanyaan yang sama dari orang yang
berbeda-beda.. seperti digampar, seperti dibangunkan oleh lamunan panjang.
Hanya ada 2 pertanyaan, tidak menuntut jawaban yang panjang tetapi membutuhkan
waktu yang lamanya tidak bisa aku perkirakan..
Bukan
pertanyaan asing tapi masih belum juga mampu aku jawab. Hatiku sering bertanya
seperti itu, bukan sering tapi selalu.. “ apa
aku yakin? “
Sebelum
berada dalam ketidakpastian yang menyesakkan ini, aku punya hati yang terlanjur
sudah kutitipkan kepada orang yang ku kenal dekat selama kurang lebih 5 tahun (
sejak duduk dibangku SMA ). Perasaan yang selama ini ku jaga akhirnya goyah
oleh kedatangan seseorang yang tidak tahu kapan perginya..
Aku
benar-benar lelah, aku tidak tahu ke mana hatiku akan berlabuh.. Kepada orang yang perasaannya sudah tidak ku
ragukan lagi atau kepada orang yang menenggelamkan aku dalam ketidakpastian??
Setiap
kali dia menorehkan perih, aku selalu rindu hatiku yang dulu, aku rindu kepada
perasaanku yang tidak mudah goyah, aku rindu dia yang mampu menciptakan senyum,
tawa dan bahagia dengan caranya yang sangat sederhana.. Tetapi aku terlanjur
jauh, apa aku masih ingat jalan untuk kembali? Apa aku ingat jalan pulang?
Kembali ke sisimu, dalam dekapan hangatmu.. Apa belum terlambat?
Untuk
orang yang membawaku dalam ketidakpastian, ajari aku untuk menepi.. Aku hanya
ingin menghirup udara yang lebih segar…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar