Weekend adalah waktu yang paling menyenangkan untuk
bersantai ria, dan minggu ini aku memilih toko buku Gramedia sebagai tempat
untuk mengademkan pikiran dan perasaan dari berbagai penat yang telah tercipta
selama sepekan kemarin..
Aku memasuki gerbang @GramediaBooks tepat pukul 1
siang bersama seorang teman yang rupanya telah aku kenal sejak kelas 3 sma. She
is Ratna. Her fullname is Ratna Budiarti Mahmud.. Dia bisa dihubungi via
twitter @Ratnaaa atau via fb “ Ratna Budiarti Mahmud “ *eh promosi hihihi
Tadi niatnya hanya mau numpang baca-baca buku
sambil lihat-lihat buku-buku apa saja yang baru masuk.. dan sayangnya niat
hanyalah niat, belum pernah menjelma menjadi sesuatu yang nyata..
Yap, aku kembali tergoda untuk memiliki beberapa
buku yang menarik perhatianku.. Aku teringat isi dompet yang kian menipis,
semakin kuat aku mengingat semakin besar keinginan untuk membeli *Benar-benar
sakit aku ini* .. Come on my self, kamu datang ke sini cuma buat membaca bukan
untuk membeli !! Tuhan bantu aku menyingkirkan rasa untuk memiliki buku-buku
ini!! Huft -__-“ aku terdiam lama,
menatap sampul demi sampul yang tersaji di rak-rak buku.. Kalian yang sabar
yah! Aku akan membeli kalian,nanti.. Aku pulang dulu, tunggu aku di lain waktu J. Aku berhasil mengalahkan nafsu untuk melahap
beberapa buku di sini, meski harus dilanda dilema besar sebelumnya fiuuuhhhh..
Aku menggandeng tangan Ratna keluar gramed,
selanjutnya kami menuju A&W untuk mencicipi ice cream sambil menunggu
Hareul ( temannya Ratna ) yang katanya menyusul ke sini.. Kami duduk berdua
menikmati ice cream coklat yang lezat sambil bercerita tentang apa saja yang
melintas di benak kita saat itu.. Tiba-tiba deretan tawa berhenti seketika
Ratna membaca pesan singkat dari temannya yang katanya nitip sebuah buku
kesehatan.. dan itu berarti kita harus balik ke gramedia lagi.. Huft artinya
aku harus kembali dilanda dilema yang berkepanjangan.
Sepanjang jalan menuju gramed aku terdiam membisu,
setiap langkah yang ku tempuh jiwaku berbisik “ beli buku tidak yh?, kalau iya
kita harus narik uang dulu di ATM.. eh tapi kan saldonya sudah tidak banyak,
apa harus berkurang lagi?” Aku menarik nafas panjang, tidak usah!! Jangan sekarang!
Setiba di gramed, kami berdua melihat beberapa
pegawai tengah sibuk menata kursi, meja dan peralatan sejenisnya. Sepertinya akan
ada acara bedah buku.. Di situ terbaca judul bukunya “ ½ pecah ½ utuh” . Dari
judul sepertinya menarik. Akhirnya kami berdua memutuskan untuk mengikuti acara
bedah buku + training motivation dari penulis buku best seller setengah isi,
setengah kosong..
Acaranya menarik. Tidak sayang menghabiskan waktu
setengah hari di tempat ini. Dapat training gratis dari penulis bukunya langsung,
berdiskusi, dan berfoto-foto menjadi rangkaian akhir acara pada sore itu.. Di
sela-sela acara training motivasi tersebut, aku saling berkirim pesan dengan
Mira ( My closefriend ).. Awalnya hanya menanyakan bagaimana kabarnya dan di
mana dia sekarang, tetapi lantaran sudah lama tidak melakukan ritual bersmsan
ria, makanya jadilah kami bercerita satu sama lain meski hanya melalui pesan
singkat..
Disela-sela sms yang ku kirim pada sahabatku itu,
aku mengutarakan bahwa aku ingin sekali mempunyai sebuah kaos, kaos SEPATU
DAHLAN .. Mira lalu menanyakan kita bisa dapat dimana? Aku jawab kita harus
beli 2 novelnya dulu. Aku sudah baca setengah dari novel itu tetapi kalau
ditanya, aku berniat memiliki, punya novelnya sendiri .. Lalu Mira memintaku
untuk membeli novelnya, uangnya belakangan baru diganti..
Awalnya aku tidak percaya, ini menabjubkan. Aku
sudah lama mengidam-idamkan kaos sepatu dahlan, tetapi tidak menemukan
seseorang yang bisa diajak untuk membeli novel yang sama.. Kata Mira beli saja
novelnya, kaosnya untuk kamu J
Subhanallah, betapa girangnya aku pada saat itu..
Tanpa pikir panjang lagi, aku berjalan ke lantai
bawah untuk menarik 1 lembar uang merah dari ATMku.. Aku tidak lagi peduli
dengan isi saldonya. Aku sudah lama menginginkan buku dan kaos itu, aku ingin memilikinya!
*aku benar-benar sudah gila*
Ketika berhadapan dengan seorang kasier yang
menyapaku lewat senyuman, perasaan bahagiaku tidak lagi dapat ku sembunyikan.
Sesekali Ratna dan Haerul bersuit-suit meledekku, katanya aku begitu bahagia.,.
hehe Tetapi sekonyong-konyong mbak-mbaknya bilang “ gak sekalian beli 3 mbak? Biar
dapat kaosnya? “
Mataku terbelalak (padahal tdk bisa :P) hehe,
*kembali
serius*
“APA??? 3?” *muka bego setengah mati*
“Iya mbak jadi beli 3 novel SEPATU DAHLAN dapat 1
kaosnya J”
“ gak bisa 2 sj? Please mbak, aku ingin sekali
punya kaosnya “ *tampan memelas tidak karuan..
“gak bisa mbak” kata mbaknya sambil menarik senyum
semanis mungkin..
“Aduh mbak, waktu itu saya pernah tanya kata masnya
beli 2 dapat 1 kaos. Lagian mbak, mau aku apakan punya 3 novel yang sama? Ini juga
yang 1nya titipan teman. Beneran deh mbak, waktu itu masnya bilangnya cuma dua.
Asal mbak tahu ini juga aku sudah baca,
di rumah ada novel yang sama tapi karna mau kaosnya jadi sekarang beli 2, aku
bahkan susah cari teman untuk diajak bekerja sama. Masa harus nambah 1 novel
lagi. Untuk apa? “ celotehku
berapi-api..
“Gak bisa mbak, harus beli 3 novel. Kalau belinya cuma
2 berarti harus aku yang menambahkan Rp. 62.500 untuk kaosnya “ kata mbaknya
gak mau kalah..
“Ya sudah jadinya 1 saja ! “ jawabku ketus..
Ditengah-tengah keputusasaan, aku melihat mas
pegawai gramed yang waktu itu pernah bilang beli 2 gratis 1 kaos.. Beruntung
wajahnya masih ku kenali..
“ Mas, mas, waktu itu mas pernah bilang kan beli 2
novel SEPATU DAHLAN dapat 1 kaos? Mas, ingat kan? Tolong beritahu mbaknya !! Please“
pintaku sedikit merengek..
“ Oh iya, Cuma beli 2 dapat 1 kaos! “ katanya
kepada rekan kerjanya.
Tetapi dasar mbaknya saja yang sedikit tidak mau
mengalah, dia tetap bersih keras beli 3 baru dapat kaos..
“ iya tadinya memang beli 3 novel dapat 1 kaos,
tetapi karna rata-rata orang sudah punya novelnya makanya sekarang cukup beli 2
saja “ kata masnya lagi..
“ aku lapor dulu, benar atau tidaknya “ jawab
mbaknya itu..
Dia lalu ke bagian customer service, menelpon siapa
aku tidak tahu pasti. Yang jelas hanya untuk memastikan benar atau tidaknya apa
yang dikatakan rekan kerjanya ..
Aku menunggu dengan debaran jantung yang tak kalah
cepatnya dari lomba lari marathon..
Tidak lama kemudian mbaknya datang dengan muka
menahan malu.. “ oh iya maaf yh mbak, ternyata benar beli 2 dapat 1 kaos,
hehehe sekali lagi maaf ya mbak, saya tidak tahu informasi terbarunya, habis
cuti soalnya hehehe “
“Iya gak papa, dibilangin juga gak percaya sih :p
kan aku gak mungkin bohong .. hihii”
“ heheh iya, maaf yh mbak .. ”
Fiuuhhhh akhirnya dapat novel+kaosnya.. Terimakasih
yh my closefriend, kamu selalu bisa menciptakan bahagia di sela-sela
kepenatanku menjalani hari demi hari :*
Hari ini bahagia, senang sekali rasanyaaa, Terima
kasih Ya Allah J
Akhirnya tiba di penghujung waktu, aku dan Ratnaa
saling melepas pelukan diiringi ucapan terimakasih yang tulus dari dalam hati.
Hari ini sungguh menyenangkan..
Di perjalanan pulang ada puluhan kupu-kupu
berwarna-warni bertebaran.. tetapi semua lenyap seketika aku mengingat isi
dompetku.. dan aku teringat bapak dan ibu..
Sekali lagi maafkan aku pak, lagi-lagi uangku
habis. Lagi-lagi isi dompetku menipis demi memenuhi hasrat membacaku dan
keinginan untuk selalu memilki.. Maafkan aku pak. Maafkan aku mama..
Perasaan bersalah terus menghantuiku sepanjang
perjalanan pulang ke rumah. Bapak maafkan aku, maafkan aku .. Rasanya air
mataku ingin terjatuh saat ini juga.. Aku banyak menabung dgramed rupanya.. Aku
bahkan tidak peduli besok mau makan apa, aku tidak peduli.. Yang penting aku
punya buku, itu cukup bagiku..
Aku tahu aku salah pak, aku berlebihan.
Maafkan aku juga ma.. dan bukannya bermaksud untuk
melakukan pembelaan diri. Selama ini aku tidak pernah meminta untuk dibelikan
baju model terbaru, aku tidak pernah meminta untuk dihadiahkan perlengkapan
make up menginjak usiaku yang sudah kepala dua ini.. Aku tidak meminta punya
sepatu yang bagus, baju yang mahal-mahal. Aku janji tidak akan pernah minta
kebutuhan wanita pada umumnya! Aku cuma minta untuk tidak diberi batasan untuk
membaca, menulis dan mengoleksi buku-buku fiksi yang aku senangi.. aku cuma
minta pengertian dan kebebasan untuk diriku memilih jalan hidupku sendiri.. Aku
merasa hidup kala membaca dan menulis, duniaku ada di sana ..
Aku janji besok dan besoknya tidak akan mengeluh karna lapar.. Membaca dan menulis
cukup membuatku kenyang ..
Aku tahu bapak dan ibu tentunya akan memaafkanku..
Terimakasih pak, terimakasih mama untuk pengertian yang tidak ada batasnya :*
Aku janji lebih semangat lagi !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar