Kakek terlihat lebih kurus sekarang.. Tubuh
yang dulunya berdiri tegak, kini mulai merunduk.
Kakek rambutnya kini beruban, lebih putih
dari yang biasanya. Mungkin karna usia, mungkin juga pengaruh beban pikiran
yang terlalu berat.
Kakek sudah berubah, fisiknya mulai
melemah. Hanya ada satu yang tidak berubah dari kakek. Masih saja seperti itu,
pendiam dan hanya bicara seperlunya saja. Tapi bukan karena kakek tidak peduli
makanya hanya diam saja. Justru kakek peduli, dia selalu peduli.
Tipe orang pekerja keras. Tangan kakek
seperti tidak bisa diam, selalu saja ada yang bisa dikerjakannya.
Tetapii, sekarang kakek lagi sakit :’(
Tadi pagi bunda bilang kakek lagi sakit
parah, katanya aku tidak boleh tahu. Mama melarang bunda menceritakan tentang
sakit kakek. Takut aku kepikiran. Tapi dasarnya aku yang maksa mau tahu,
akhirnya bunda buka mulut. Bunda bilang kakek sakit parah. Kanker hati :’(
seketika itu juga air mataku terjatuh. Kakek :’(
“Tidak usah kepikiran, kakek lagi dibujuk
biar mau berobat. Kamu kuliah baik-baik sj. Do’ain kakek juga biar mau berobat!
Atau kamu telpon gih, bujuk kakek biar mau ke sini” kata bunda . Aku hanya
diam, air mataku yang berbicara.
Hmm kakek, maaf. Aku tidak mau menelpon dan
berbicara sama kakek. Aku tahu hanya akan ada suara tangisan yang kakek dengar.
Aku tidak akan mampu berbicara walau mungkin cuma sekedar say hello, apa kabar?
Maaf :’(
Aku selalu rindu senyummu kek, harus sembuh
yh :*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar