Malam
ini, sebegini kehilangannya. Aku memainkan kartu jendral sendiri. Malam ini
Hilman dante berangkat ke jogja ..
Ah
kapan malam di malino terulang kembali?
Malam
seperti ini, di jam yang sama kami bertiga bermain kartu. Bersama muh. Istiqlal
yunus.
Haha
kak ila’ selalu yg jadi juaranya sedangkan saya dan hilman tertinggal dengan
poin yang sangat jauh. Tapi kami tidak menyerah, kami tetap bermain. Berusaha
mengejar poin.
Permainan
terus berlanjut, sedikit demi sedikit poinku dengan hilman terus bertambah.
Hmm, Sekarang aku sedikit mengerti kami tidak hanya bermain, tapi juga harus
memikirkan strategi bagaimana caranya biar bisa menang. Bermain tapi tetap
diimbangi dengan keseriusan.
Dan
permainan semakin seru, poin kami terus melambung. Ila’ semakin tegang hahaha
Semakin
larut semakin panas *eh malino dingin yh* hihi maksudnya permainannya yg
semakin panas. Sekarang poin kami beda-beda tissue (dibaca tipis) ..
Eaa
eaaa. . kali ini ila’ dibuat jadi yang terkalahkan. Hahaha sekarang poinnya
sama rata dengan hilman. 94 poin. Dan aku .. I’m the winner, 103 poin. Yey
Hahaha
aku tertawa lepas. Akulah sang juara. Aku pemenangnya.
Guys, hidup itu seperti bermain
kartu. Meskipun kita tahu kita sedang bermain tapi tetap harus serius, bukan?
Hidup itu seperti bermain kartu,
kadang kita di poin atas (menang) kadang kita jatuh poin. Tetapi bukan berarti
kita harus berhenti sampai di situ, bukan? kita harus tetap bermain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar