Senin, 21 Januari 2013

Malino ;)


Hello guys, sabtu ini aku berpetualang.
Sabtu ini, kami habiskan di kota dingin, MALINO.

Hilman Erwin yang biasa aku panggil dengan sebutan Hilman Dante :P mengalami penyakit semacam galau akut stadium 4, dan kami yang menjadi korbannya. Tadinya dia mengajak ke pulau, tapi gila saja kalau benar kita menyebrang ke pulau dengan cuaca segini buruknya. Maka kami memutuskan ke malino.  Tentunya aku tidak menolak, terakhir ke malino waktu kelas 2 SMA. Yap, cap cus. Deal. Malino. Kami datang.
Bersama Muh. Istiqlal Yunus dan Ninis Arevni.
Kami memulai perjalanan sekitar jam 4 sore dengan gerimis hujan di kota Makassar. Di perjalanan, hilman berhenti sejenak untuk memakai jas hujan atau yang lebih dikenal dengan mantel. Kemudian melanjutkan perjalanan kembali.
“ Hilman, masih jauh yah? “
“ tidak usah bertanya jauh tidaknya “
-______-
*hening*
“ Kalau kamu tidak ajak cerita, sy tidur !! “
“ hah? Siapa? Kamu? “:
“ IYA!! “
Dan jadilah cerita-cerita kami sepanjang perjalanan. Berawal dari pertanyaan ringan hingga pertanyaan seputar kehidupan pribadi kami masing-masing. Sesekali tertawa bersama, tertawa lepas. Perjalanan yang menyenangkan.
Sedangkan Ninis dan Kak Ila’ masih tertinggal jauh di belakang, aku tidak tahu bagaimana mereka menghabiskan sisa perjalanannya tetapi bagaimanapun itu, aku tahu kami bahagia.
Ini liburan dadakan, liburan ternekat yang pernah aku alami. Semuanyan tanpa rencana.
Yap. Kita nikmati saja.Ini akan menyenangkan dan takkan terlupakan.
Huft. Semakin lama rasanya semakin dingin.
Dingiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin sekali.
Aku berusaha menahan rasa dingin ini. Sekuat tenaga. Tapi semakin lama, semakin dingin. Aku sudah tidak tahan.
“ Hilman, dingin “
Dia hanya diam dan tidak merespon.
Dingiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinn :’(
“ iya, dingin. Soalnya kita sudah mulai memasuki wilayah malino. “
Sumpah!! Responnya sedingin cuaca waktu itu.!
Aku banyak diamnya sekarang. Aku tidak lagi banyak bicara. Aku sibuk melawan rasa dingin ini. tetapi tubuhku sudah terlalu amat sangat kedinginan. So dingin so much hehe
Sekali lagi. Ehm.
“ Hilman, dingin. Dingin sekali. “ suaraku sampai bergetar-getar tak karuan.
“ sabar yaah”
Kali ini responnya sedikit lebih baik.
Dingiiin.
“ iya, tunggu. Kita mampir di sana yh. Cari tempat yang aman dulu. Soalnya di sini tidak ada rumah. Ada jaketkan? ”
“ iya ada”..
Akhirnya motor kembali berhenti sejenak, aku langsung memakai jaket yang ku simpan di dalam tas sebagai persiapan. Setelah itu, kami berempat melanjutkan perjalanan.
And finally. Welcome to Malino.
Alhamdulillah, akhirnya sampai juga.
Kami kembali melanjutkan perjalanan untuk mencari tempat beristirahat.
Tibalah kami di sebuah warung. Di sana kami bercerita tentang bagaimana perjalanan sore tadi. Sambil duduk-duduk, kami menyeduh minuman panas yang kami pesan di warung ini.
Betapa malam menjadi sangat berharga ketika kami berempat duduk bercerita dan tertawa bersama.
Guys, malam minggu kali ini tidak kelabu :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar