Sabtu
ini, kami habiskan di kota dingin, MALINO.
Hilman
Erwin yang biasa aku panggil dengan sebutan Hilman Dante :P mengalami penyakit
semacam galau akut stadium 4, dan kami yang menjadi korbannya. Tadinya dia
mengajak ke pulau, tapi gila saja kalau benar kita menyebrang ke pulau dengan
cuaca segini buruknya. Maka kami memutuskan ke malino. Tentunya aku tidak menolak, terakhir ke
malino waktu kelas 2 SMA. Yap, cap cus. Deal. Malino. Kami datang.
Bersama
Muh. Istiqlal Yunus dan Ninis Arevni.
Kami
memulai perjalanan sekitar jam 4 sore dengan gerimis hujan di kota Makassar. Di
perjalanan, hilman berhenti sejenak untuk memakai jas hujan atau yang lebih
dikenal dengan mantel. Kemudian melanjutkan perjalanan kembali.
“
Hilman, masih jauh yah? “
“
tidak usah bertanya jauh tidaknya “
-______-
*hening*
“
Kalau kamu tidak ajak cerita, sy tidur !! “
“
hah? Siapa? Kamu? “:
“
IYA!! “
Dan
jadilah cerita-cerita kami sepanjang perjalanan. Berawal dari pertanyaan ringan
hingga pertanyaan seputar kehidupan pribadi kami masing-masing. Sesekali
tertawa bersama, tertawa lepas. Perjalanan yang menyenangkan.
Sedangkan
Ninis dan Kak Ila’ masih tertinggal jauh di belakang, aku tidak tahu bagaimana
mereka menghabiskan sisa perjalanannya tetapi bagaimanapun itu, aku tahu kami
bahagia.
Ini
liburan dadakan, liburan ternekat yang pernah aku alami. Semuanyan tanpa
rencana.
Yap.
Kita nikmati saja.Ini akan menyenangkan dan takkan terlupakan.
Huft.
Semakin lama rasanya semakin dingin.
Dingiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin
sekali.
Aku
berusaha menahan rasa dingin ini. Sekuat tenaga. Tapi semakin lama, semakin
dingin. Aku sudah tidak tahan.
“
Hilman, dingin “
Dia
hanya diam dan tidak merespon.
Dingiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinn
:’(
“
iya, dingin. Soalnya kita sudah mulai memasuki wilayah malino. “
Sumpah!!
Responnya sedingin cuaca waktu itu.!
Aku
banyak diamnya sekarang. Aku tidak lagi banyak bicara. Aku sibuk melawan rasa
dingin ini. tetapi tubuhku sudah terlalu amat sangat kedinginan. So dingin so
much hehe
Sekali
lagi. Ehm.
“
Hilman, dingin. Dingin sekali. “ suaraku sampai bergetar-getar tak karuan.
“
sabar yaah”
Kali
ini responnya sedikit lebih baik.
Dingiiin.
“
iya, tunggu. Kita mampir di sana yh. Cari tempat yang aman dulu. Soalnya di
sini tidak ada rumah. Ada jaketkan? ”
“
iya ada”..
Akhirnya
motor kembali berhenti sejenak, aku langsung memakai jaket yang ku simpan di
dalam tas sebagai persiapan. Setelah itu, kami berempat melanjutkan perjalanan.
And
finally. Welcome to Malino.
Alhamdulillah,
akhirnya sampai juga.
Kami
kembali melanjutkan perjalanan untuk mencari tempat beristirahat.
Tibalah
kami di sebuah warung. Di sana kami bercerita tentang bagaimana perjalanan sore
tadi. Sambil duduk-duduk, kami menyeduh minuman panas yang kami pesan di warung
ini.
Betapa
malam menjadi sangat berharga ketika kami berempat duduk bercerita dan tertawa
bersama.
Guys,
malam minggu kali ini tidak kelabu :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar